1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Datang ke Banyuwangi Kadin Belanda tertarik tanam cabai

Bersama Kadin Indonesia berencana menanam cabai dengan bibit unggulan di tanah kering.

Executive Director Indonesian Benelux Chamber of Commerce, Peter A. Halm berbincang dengan Bupati Anas. ©2016 Merdeka.com Reporter : Farah Fuadona | Jum'at, 17 Februari 2017 17:55

Merdeka.com, Banyuwangi - Ketua Komite Tetap Holtikultura Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Karen Tambayong bersama Indonesian Benelux Chamber of Commerce (Kadin Belanda) berkunjung ke Banyuwangi untuk membahas rencana penanaman bibit unggulan menggunakan teknologi pertanian Belanda. Penanaman bibit cabai ini akan dilakukan di Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur.

"Mengapa kami memilih Banyuwangi? Karena kami melihat pertanian di Banyuwangi ini sangat maju dan mandiri. Maka dengan menggandeng Kadin dari Belanda, kami ingin menanam bibit unggulan yang telah dikembangkan menggunakan teknologi pertanian Belanda di sini," ujar Karen saat ditemui usai pertemuan terbatas dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Kantor Pemerintah Banyuwangi, Jumat (17/2).

Menurut Karen bibit yang digunakan berasal dari bibit asli pertanian di Indonesia. Hanya saja penggunaan teknologi masih mentrasnfer dari Belanda. "Kami pastikan bibit asli Indonesia. Semua pembibitan sudah dilakukan di Indonesia dan siap tanam," ujarnya.

Semua proses pembibitan berdasarkan ilmu teknologi pertanian menggunakan hitungan matematika dan ilmu pengetahuan alam. Ilmu terapan yang menjadi landasan pengembangan teknologi pangan meliputi ilmu pangan, kimia pangan, mikrobiologi pangan, fisika pangan dan teknik proses pengolahan pangan.

Menurut Executive Director Indonesian Benelux Chamber of Commerce, Peter A. Halm, sejumlah perusahaan pembibitan asal Belanda sudah banyak yang tertarik untuk ikut berinvestasi di Banyuwangi. Ini karena Banyuwangi sangat menarik dari segi pariwisata dan pertanian yang sudah cukup berkembang.

"Kami sudah lama mendengar kebaikan-kebaikan serta potensi yang dimiliki Banyuwangi. Ini mengapa kami bekerja sama dengan Kadin Indonesia ingin mengembang industri pertanian di sini," kata dia.

Anas menyebutkan penanaman bibit unggulan ini sengaja memilih daerah dengan kontur tanah yang kering. "Bibit unggul ditanam di tanah subur itu biasa, nah ini akan kita coba tanam di tanah kering. Kita lihat akan seperti apa nantinya?," ujarnya.

(FF/FF)
  1. Pertanian
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA