1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Hari Peduli Sampah, Banyuwangi bersih-bersih pantai di 24 Kecamatan

Sebagai daerah wisata, Banyuwangi tak lepas dari masalah sampah.

Siswa sekolah ikut aksi bersih-bersih sampah di Pantai Watu Dodol. ©2017 Merdeka.com Reporter : Farah Fuadona | Sabtu, 25 Februari 2017 13:18

Merdeka.com, Banyuwangi - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuwangi, Jawa Timur melakukan gerakan bersih sampah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HSPN). Kegiatan yang melibatkan ratusan partisipan ini dilakukan sebagai langkah nyata memerangi sampah yang cukup banyak ditemui di Banyuwangi.

Sebagai daerah wisata, Banyuwangi tak lepas dari masalah sampah. Hampir sebagian besar pengunjung masih banyak yang membuang sampah sembarangan walau telah disediakan tempat sampah di tempat-tempat wisata. "Jika di daerah lain HSPN ada yang memperingati dengan event pemilihan duta sampah, di Banyuwangi kami memilih melakukan aksi nyata," ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup, Chusnul Chotimal saat ditemui dalam aksi Banyuwangi Merdeka dari Sampah di Pantai Grand Watu Dodol, Banyuwangi, Minggu (25/2).

Memiliki garis pantai sepanjang 175 kilometer, Chusnul mengakui sampah yang berasal dari wilayah pantai jauh lebih banyak. Hal ini karena sampah-sampah yang menumpuk di Banyuwangi tak hanya berasal dari wisatawan dan pedagang sekitar pantai, tapi juga dari muara sungai dan sampah yang terbawa arus laut.

Untuk mengurangi jumlah sampah yang menumpuk. Pihaknya telah membuat beberapa solusi seperti bank sampah, membuat kelompok kreattif daur ulang sampah dan pembuatan pupuk kompos. Hal ini diklaim membantu mengurangi jumlah sampah walau belum secara signifikan.

"Kami aktif memberikan edukasi serta informasi kegiatan bersih-bersih di media sosial. Alhamdulillah respons positif banyak yang ikut gabung, seperti hari ini," ujar Chusnul.

Ia berharap gerakan tidak membuang sampah sembarangan bisa menjadi gaya hidup masyarakat. "Selama manusia itu ada, maka sampah akan terus ada. Mari peduli untuk tidak membuang sampah sembarangan," kata dia.

Aksi ini juga diikuti oleh sejumlah sekolah adiwiyata, salah satunya dari SMPN 1 Giri yang menerjunkan siswanya dalam kegiatan ini. "Selain membantu membersihkan lingkungan. Kegiatan ini memberikan edukasi bagi siswa kami untuk memahami persoalan lingkungan di luar sekolah," ujar guru pembina Green Army School SMPN 1 Giri, Abdul Rohim.

Tak hanya aksi bersih-bersih, kegiatan ini juga mengajarkan partisipan yang hadir untuk belajar membuat pupuk kompos dan mendaur ulang sampah di sekitar pantai.

 

(FF/FF)
  1. Lingkungan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA