1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Penari Gandrung sambut Piala Adipura Buana

Anas berharap diperolehnya piala Adipura bisa memotivasi masyarakat Banyuwangi untuk memiliki pola hidup bersih.

Penari Gandrung sambut Piala Adipura. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Selasa, 26 Juli 2016 10:02

Merdeka.com, Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi kembali meraih penghargaan tertinggi bidang kebersihan, yakni Adipura Buana. Untuk merayakannya, ratusan Pesapon (tukang sapu) Banyuwangi mengarak simbol prestasi yang telah dicapai untuk keempat kali secara berturut-turut tersebut keliling Kota The Sunrise of Java. Kegembiraan pun nampak terpancar dari para pahlawan kebersihan daerah itu di sepanjang jalan yang dilalui

Segenap masyarakat juga menyambut antusias arak-arakan piala yang rutenya dimulai dari depan kantor Pemkab Banyuwangi menuju Pendopo Kabupaten. Pada konvoi tersebut juga turut serta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Begitu sampai di Pendopo Sabha Swagata, piala Adipura Buana tersebut disambut oleh Sederet Penari Gandrung dan sosok Minak Jinggo yang kemudian membawa piala kedalam pendopo dan meletakkannya di atas sebuah meja bersama dengan tiga piala Adipura yang sebelumnya telah diraih oleh Banyuwangi.

“Kami bersyukur Banyuwangi bisa meraih dan mempertahankan Piala Adipura untuk keempat kalinya. Ini menjadi prestasi seluruh masyarakat Banyuwangi yang telah bersama-sama mendukung dan ikut menjaga kebersihan lingkungan,” kata Bupati Azwar Anas.

Anas berharap diperolehnya piala Adipura bisa memotivasi masyarakat Banyuwangi untuk memiliki pola hidup bersih. Karena dengan hidup bersih membuktikan jika masyarakat Banyuwangi peduli dengan kesehatan. Salah satunya dengan menjaga kebersihan.

“Mendapatkan Piala Adipura ini bukan tujuan utama kita, karena yang paling penting dari segala upaya kita selama ini adalah tertanamnya kepedulian terhadap kebersihan yang mengakar di masyarakat,” ujar Anas.

Anas menargetkan, kedepan partisipasi masyarakat semakin tinggi dalam menjaga kebersihan. Salah satu caranya dengan memperbanyak kegiatan kompetisi di bidang lingkungan. Sebelumnya Banyuwangi telah rutin menggelar Festival Kali Bersih, Toilet Bersih dan Sedekah Oksigen.

“Misalnya nanti akan ada lomba sungai bersih tapi tanpa pemberitahuan sebelumnya untuk mengukur seberapa jauh kepedulian masyarakat akan kebersihan sungai di wilayahnya,” cetus Anas.

Sementara itu kegembiraan diraihnya kembali piala Adipura benar-benar dirasakan oleh para petugas kebersihan. Mereka mengaku sangat senang dan lega, karena kerja kerasnya dalam mempertahankan piala bidang kebersihan ini bisa diraih kembali. “Senang sekali, Banyuwangi bisa dapat adipura kembali,” ujar Ernawati, salah seorang pesapon.

Ernawati sadar, adipura ini sebuah prestasi namun juga menjadi tantangan yang berat. Karena mempertahankan piala adipura lebih sulit dari pada usaha mendapatkannya. “Untuk tetap bisa mempertahankan Adipura ini, kerja kami memang lebih. Meski begitu kami senang melakukannya. Dia pun gembira karena saat ini masyarakat sudah mulai sadar ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah di tempat yang disediakan,” katanya.

Senada dengan Ernawati, pesapon Taman Blambangan Suprapto juga meluapkan rasa gembiranya atas raihan Piala Adipura kali ini. “Ini menunjukkan peran dan tugas kita diakui serta berhasil. Tidak rugilah kami siang malam bergiliran membersihkan setiap sudut kota Banyuwangi,” kata Suprapto.

Jumlah tenaga kebersihan yang berada di bawah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Banyuwangi sebanyak 620 orang, separuhnya yang 327 orang merupakan tukang sapu.

(MT/MA)
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA