1. BANYUWANGI
  2. KULINER

Nasi goreng kebo-keboan khas Alas Malang, warnanya hitam tapi lezat

Nasi goreng Kebo-keboan yang berwarna hitam, kata Slamet, sudah umum ada di Banyuwangi. Hasil campuran tinta ikan cumi.

Nasi goreng kebo-keboan. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Selasa, 06 Desember 2016 16:35

Merdeka.com, Banyuwangi - Satu lagi kuliner yang perlu dicoba bila berkunjung ke Banyuwangi. Di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, terdapat nasi goreng kebo-keboan. Nama ini diambil sesuai ritus tradisi kebo-keboan yang selalu digelar tiap tahun di sana.

Nasi goreng kebo-keboan berwarna hitam. Terinspirasi dari warna hitam dari kerbau yang menjadi hewan dalam ritus kebo-keboan. Sebuah ritus turun-temurun masyarakat Singojuruh untuk meminta keselamatan, wujud syukur atas kesuburan hasil panen dan memohon agar dijauhkan dari bala atau penyakit.

Slamet Sugito, peracik nasi kebo-keboan menjual kuliner dengan nama ritus tradisi di desanya ini di warung pawon miliknya. Sebuah warung dengan desain arsitektur berbahan bambu yang terletak di samping patung kebo-keboan, Singojuruh.

Melalui kuliner Slamet sekaligus ingin mengenalkan ritus tradisi di desanya. Setiap pelanggan yang mampir dan menikmati nasi goreng kebo-keboan di Warung Pawon, disediakan monitor yang menampilkan video tentang Desa Alas Malang. Mulai dari potensi kerajinannya sampai seni budayanya.

"Di Alas Malang punya kebo-keboan, ya sudah tak kasih nama nasi goreng kebo-keboan. Kalau ini video yang menampilkan potensi Desa Alas Malang, yang buat Anak-anak muda sini sendiri," kata Slamet kepada Merdeka Banyuwangi, Selasa (6/12).

Nasi goreng Kebo-keboan yang berwarna hitam, kata Slamet, sudah umum ada di Banyuwangi. Hasil campuran tinta ikan cumi ke dalam bumbu nasi goreng.

Tapi ada yang berbeda dengan resep racikannya. Agar lebih terasa gurih, Slamet tidak hanya menggunakan tinta ikan cumi, namun daging cuminya sekaligus dicampurkan.

"Yang lain cuma pakai tintanya saja. Tapi kalau sini pakai daging cuminya, juga dihalusin sama bumbunya. Jadi rasanya lebih pekat," ujarnya.

Untuk mengurangi rasa amis ikan cumi, dia menggunakan daun jeruk. Hasilnya, sebuah paduan rasa gurih dan kaya protein.

Warung Pawon, buka mulai pukul 15.00 WIB sampai 00.00 WIB. Lokasinya yang dilewati jalur wisata hutan pinus, perlu dicoba untuk mampir usai menikmati wisata alam tersebut, sekaligus mengenal ritus tradisi kebo-keboan sambil menikmati sepiring kuliner di warungnya.

(MT/MUA)
  1. kuliner
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA