1. BANYUWANGI
  2. GAYA HIDUP

Indahnya gaun malam dari sampah plastik di Pantai Boom Banyuwangi

"Agar masyarakat khususnya anak muda lebih tertarik untuk berpartisipasi dan terlibat dalam kreasi daur ulang," kata Anas.

Gaun malam dari sampah plastik. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Senin, 21 Maret 2016 11:05

Merdeka.com, Banyuwangi - Peragaan busana berbahan sampah plastik kembali digelar kali kedua di Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (20/3). Ratusan model cilik hingga dewasa berbusana unik dari bahan dasar sampah daur ulang berlenggak lenggok di atas catwalk.

Tak hanya busana yang diperagakan menggunakan sampah daur ulang, tapi dekorasi panggungnya juga menggunakan bahan dasar ulang, seperti bunga kaktus dan lampu hias di sekitar panggung. ‎

Atraksi sebagai pembuka Banyuwangi Festival 2016 bertajuk "Green & Recycle Fashion" makin meriah ketika para model berlenggak-lenggok dengan busana uniknya dan disaksikan ribuan penonton di Pantai Boom.

Syarat dari busana fesyen ini, busana yang 70 persen terbuat dari plastik, sisanya hanya sebagai pendukung. Meski begitu, tak mengurangi keindahan busana daur ulang yang dikenakan para model. Bahkan, parade busana bertema 'Gaun Malam' nampak glamor dan elegan, tidak kalah dengan busana berbahan kain mahal.

Salah satu busana kreasi yang ditampilkan Tarisa Alya Amira ini misalnya. Gaun warna merah-putih yang dikenakan siswi SMP, berusia 13 tahun ini, 100 persen terbuat dari kantong plastik. Meski begitu, pakaian yang dikenakan nampak indah dan jauh dari kesan murahan. "Saya sangat senang memakai busana ini," kata Tarisa sebelum acara.

Peragaan busana dari bahan daur ulang ini merupakan salah satu agenda Banyuwangi Festival 2016, sebuah ajang promosi wisata dengan puluhan atraksi sepanjang tahun di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

"Atraksi ini bukan sekadar parade fesyen, tetapi lebih pada upaya mengirim pesan penting tentang bagaimana bahan yang tidak terpakai bisa digunakan kembali. Kita kemas dalam kegiatan fesyen agar masyarakat khususnya anak muda lebih tertarik untuk berpartisipasi dan terlibat dalam kreasi daur ulang," kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Dengan atraksi itu, pemandangan di Pantai Boom memang sangat menarik. Hampir semua ornamen yang digunakan dari bahan bekas, seperti dekorasi panggung yang terbuat dari botol bekas, meja dari ban bekas dan kursi dari kayu kapal bekas. Hiasan tenda juga terbuat dari pernak-pernik gelas bekas minuman plastik.

Sementara Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Arief Setiawan mengatakan, parade fashion yang dikemas dalam bentuk lomba ini diikuti 300 pelajar tingkat TK sampai SMA dan masyarakat umum.

Juri yang dihadirkan antara lain terdiri atas praktisi lingkungan dari LSM Lingkungan Hidup Lestari, Yogyakarta, Desainer sekaligus Akademisi Nanang Suriansyah dan Model June Wendianto.

Arief menambahkan, melalui even ini, diharapkan bisa menggugah masyarakat agar lebih peduli dengan sampah, khususnya sampah anorganik, karena bisa bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi jika dikemas dengan bagus.

"Sampah plastik butuh waktu ratusan tahun untuk bisa terurai, maka kita harus bertindak cerdas untuk menguranginya. Caranya dengan didaur ulang menjadi sesuatu yang berguna, bahkan bernilai lebih," tandas Arief.

(MT/MA)
  1. Pariwisata
  2. Lapak
  3. Fashion
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA