1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Hari Jadi Banyuwangi, Bupati Anas Dihadiahi Batik Keren Karya Anak Disabilitas

"Mereka dengan segala keterbatasannya, mampu menghasilkan karya. Sudah tentu kita semua wajib untuk lebih giat lagi dalam berkarya".

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. ©2018 Merdeka.com Reporter : Endang Saputra | Minggu, 23 Desember 2018 10:02

Merdeka.com, Banyuwangi - Puncak peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-247 digelar di Taman Blambangan, Sabtu malam (22/12). Acara yang dimeriahkan penyanyi Anji dan duet 2D (Deddy Dhukun dan Dian Pramanapoetra) serta dihadiri Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita itu terasa semakin istimewa dengan kehadiran para penyandang disabilitas.

Panggung Harjaba terasa inklusif dengan tampilnya para penyandang disabilitas. Keterbatasan fisik yang mereka sandang, tak menyurutkan mereka untuk berkarya. Salah seorang siswa penyandang disabilitas dari SMA Luar Biasa ABCD PGRI 2 Jajag menyerahkan karya kain batik tulisnya kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Anas tampak berkaca-kaca menerima hadiah tersebut.

Karya para penyandang disabilitas, menurut Bupati Anas, sungguh luar biasa. "Karya-karya anak berkebutuhan khusus ini, bagus-bagus. Tak kalah dengan karya batik lainnya," puji Anas seraya menunjukkan syal batik tulis karya anak disabilitas yang dikenakannya.

Anas mengharapkan, karya para penyandang kebutuhan khusus tersebut bisa menjadi inspirasi bagi seluruh warga Banyuwangi.

"Mereka dengan segala keterbatasannya, mampu menghasilkan karya. Sudah tentu kita semua wajib untuk lebih giat lagi dalam berkarya," ungkapnya.

Batik tersebut dibuat oleh empat siswa SMALB ABCD PGRI 2 Jajag. Mereka antara lain adalah Muhammad Iqbal, Ardiyanti Risma, Brian, dan Bisma Yoga.

"Mereka menggarapnya di saat jam sekolah. Kurang lebih satu minggu, proses pembuatannya," ujar pembina batik Ertiyana Tri Palupi.

Selain para pembatik, pada peringatan Harjaba tersebut juga ditunjukkan beberapa penyandang disabilitas berprestasi lainnya. Dirangkum dalam sebuah video pendek, mereka menunjukkan karya dan prestasinya. Ada Dedi Mizwar, penyandang tuna netra yang berkali-kali juara story telling nasional. Ada pula Erlina Fatmawati yang menjadi penari meski memiliki keterbatasan pada pendengarannya.

Anas mengatakan, Pemkab Banyuwangi terus berupaya memberi ruang yang luas bagi penyandang disabilitas, terutama dalam hal pendidikan. "Kita telah membuka 217 sekolah inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Juga menyediakan anggaran pendidikan untuk anak-anak penyandang disabilitas," kata Anas.

Peringatan Hari Jadi Banyuwangi juga diwarnai dengan penghargaan kepada 17 warga Banyuwangi yang dinilai berprestasi di bidangnya. Seperti atlet berpretasi internasional yang diraih Kevin Sanjaya, yang diwakili ayahandanya, Kepala Puskesmas Sempu Hadi Kusairi yang sukses menekan angka kematian ibu dan bayi, dan Fendra Agoprilla pemilik Warung Mie Nyonyor sebagai pembayar pajak terbaik kategori restoran kecil. Juga ada penggerak kampung baca dan sejumlah insan berprestasi lainnya.

(ES/ES)
  1. Abdullah Azwar Anas
  2. HUT Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA