1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Ibu Negara Keliling Banyuwangi, Bertemu Guru Paud hingga Kampanye Hidup Sehat

Kunjungan Iriana bersama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja.

Ibu Negara Iriana Jokowi. ©2019 Merdeka.com Reporter : Endang Saputra | Selasa, 29 Januari 2019 13:14

Merdeka.com, Banyuwangi - Ibu Negara Iriana Jokowi dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi. Selama satu hari penuh, istri Presiden Joko Widodo ini menghadiri sejumlah kegiatan sosial sekaligus menikmati keindahan alam Banyuwangi.

Ny. Iriana Jokowi datang bersama Ny. mufidah Jusuf Kalla dan sejumlah istri Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (Oase).

Saat tiba di Bandara Banyuwangi, Senin (28/1/2019), Ibu Iriana langsung diajak keliling melihat bandara yang berkonsep green architect pertama di Indonesia. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang turut menyambut kehadiran Iriana langsung menjelaskan tentang bandara internasional ini. Tampak dalam acara tersebut Gubernur Jatim Soekarwo beserta istri Nina Soekarwo.

Dalam kunjungannya itu, Ny. Iriana Jokowi mengunjungi sejumlah lokasi, salah satunya Puskesmas Gitik di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Di sana, Ibu Iriana kampanye hidup sehat kepada ibu-ibu yang sedang mengikuti sosialisasi tes IVA (inspeksi visual asam asetat) di sana.

"Ibu-ibu harus mulai ajarkan hidup sehat kepada keluarganya. Seperti kurangi produksi sampah plastik, cuci tangan yang benar. Kalau cuci tangan air secukupnya, jangan boros. Suwun," kata Ibu Iriana disambut tepuk tangan ibu-ibu.

Sebagai bentuk kampanye, Ibu Iriana membagikan doorprize bagi ibu-ibu berupa botol minum. "Mulai sekarang gunakan tumbler, bisa mengurangi sampah plastik," katanya.

Setelahnya, dia menghadiri acara Parenting Berkarakter yang diikuti ribuan guru PAUD se-Banyuwangi. Dalam kesempatan itu, Ibu Iriana meminta salah satu guru pria untuk mencontohkan bagaimana menangani anak yang tidak bisa diam saat di sekolah, namun dalam bahasa Using, bahasa suku lokal Banyuwangi.

"Ayo pakai bahasa Using ya. Kita harus bangga memakai bahasa daerah," kata Iriana. Praktis, Abdul Hakim sang guru lalu memperagakan bagaimana menangani anak yang susah diam saat di kelas. Aksinya yang jenaka, berhasil membuat Ibu Iriana tergelak. "Saya kasih kamu magiccom (penanak nasi-red)," kata Ibu Negara.

Selama di Banyuwangi, Ibu Iriana juga menyempatkan diri menikmati keindahan Pantai Solong saat makan siang. Iriana beserta 28 ibu-ibu kabinet kerja berada di sana selama 30 menit. Usai dari Pantai Solong, Ibu Iriana langsung menuju Blimbingsari Creative Craft, yakni perajin manik-manik kawasan Blimbingsari.



Iriana Jokowi Ajak Pelajar Banyuwangi Jauhi Narkoba

Ibu Negara ini terlihat riang bernyanyi dan menari bersama pelajar saat melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi. Ia bersama dua ribu siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menyanyikan lagu "Meraih Bintang" yang menjadi theme song Asian Games tahun lalu itu. Lagu tersebut dibawakan oleh grup band Al-Mumtaz yang personelnya adalah anak-anak difabel SMP Luar Biasa Negeri Banyuwangi.

Iriana yang datang bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla dan sejumlah istri menteri kabinet kerja terlihat riang. Tak hanya satu lagu. Mereka juga berdendang bersama saat lagu “Rek Ayo Rek” dinyanyikan. Keriangan tersebut, menjadi salah satu media untuk membuat anak-anak terkesan dan tak bosan saat mengikuti acara sosialisasi.

Acara bersama pelajar SD dan SMP di Banyuwangi tersebut, merupakan bagian dari kunjungan Iriana bersama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja. Turut mendampingi istri Gubernur Jatim Nina Soekarwo dan istri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas.

Dalam pertemuan yang diselenggarakan di lapangan tenis indor GOR Tawangalun tersebut, dilakukan sosialisasi bahaya narkoba, hoaks, dan bullying.

Iriana mengajak anak-anak untuk mewaspadai narkoba. Dengan gayanya yang santai, ibu tiga anak tersebut berdialog bersama dengan anak-anak. Salah seorang anak yang diajak berdialog adalah Muhammad Aldi Prasetyo, siswa SMPN 2 Banyuwangi.

"Apa itu narkoba," tanya Ibu Iriana.

Dijawab Aldi, "Barang haram, Bu."

Spontan jawaban Aldi membuat hadirin tergelak. Lalu Bu Iriana melanjutkan dialog dengan Aldi seputar bahaya, jenis-jenis hingga ciri-ciri narkoba.

Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan deklarasi pelajar anti narkoba, pornografi, hoax dan bullying. Deklarasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak akan bahaya hal-hal membahayakan tersebut sedini mungkin. Kegiatan tersebut, sebagaimana tercantum dalam website resmi OASE, merupakan bagian dari program sosial budaya. OASE menjalankan program anti narkoba dan literasi digital kepada masyarakat luas.

Kunjungan Iriana di Banyuwangi dilakukan di beberapa tempat secara maraton. Sebelum menuju ke acara sosialisasi anti narkoba dan literasi digital di GOR Tawangalun tersebut, ia menyempatkan untuk berkunjung ke PAUD Khadijah Rogojampi, Puskesmas Gitik, dan menghadiri seminar di STIKES Banyuwangi.

Setelah dari GOR, ibu negara beserta rombongan beristirahat di Villa Solong, Kalipuro dan melanjutkan belanja oleh-oleh di Blimbingsari Creative Craf (BCC) sebelum terbang kembali dari Bandara Banyuwangi.

 

(ES/ES)
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA