1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Permudah Pembayaran Transaksi Daerah, Banyuwangi Gandeng PayTren Milik Yusuf Mansur

"Seperti untuk pembayaran pajak daerah, zakat ASN ke Badan Amil Zakat, PDAM, BUMDes-BUMDes, dan sebagainya bisa lewat PayTren".

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. ©2019 Merdeka.com Reporter : Endang Saputra | Senin, 21 Januari 2019 17:14

Merdeka.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi menggandeng PT Veritra Sentosa Internasional (PayTren) untuk pengelolaan jasa keuangan di lingkungan pemerintah daerah setempat.

"Seperti untuk pembayaran pajak daerah, zakat ASN ke Badan Amil Zakat, PDAM, BUMDes-BUMDes, dan sebagainya bisa lewat PayTren. Jadi ini alternatif. Sebelumnya bayar berbagai transaksi itu sudah pakai ATM atau internet banking, nah sebentar lagi bisa pakai PayTren," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas seusai penandatanganan nota kesepahaman dengan Founder dan Komisaris Utama Paytren Ustaz Yusuf Mansur, Senin (21/1).

PayTren sendiri adalah aplikasi transaksi keuangan berbasis online untuk beragam jenis pembayaran dan pembelian yang telah mendapat izin resmi layanan uang elektronik (e-money) dari Bank Indonesia. Berbeda dengan sistem pembayaran berbasis teknologi lainnya, PayTren mendasarkan geraknya pada kerja sama berbasis komunitas.

Anas mengatakan, kerja sama ini juga merupakan wujud dukungan kepada sistem pembayaran berbasis teknologi yang digerakkan oleh anak bangsa.

"Kita tahu, sekarang marak sekali sistem pembayaran keuangan berbasis teknologi yang hadir di masyarakat. Transaksi macam-macam cukup pakai ponsel. Semuanya bagus dan memudahkan. Salah satunya PayTren sebagai perusahaan fintech yang benar-benar digerakkan anak bangsa. Bukan soal apa, ini hanya dukungan kecil dari Banyuwangi semoga memudahkan masyarakat sekaligus mendukung kemandirian sistem pembayaran nasional," ujar Anas.

Ke depan dikembangkan fitur OsingPay di dalam layanan PayTren untuk memudahkan masyarakat Banyuwangi dalam mengakses PayTren ketika bertransaksi. Nama OsingPay diambil dari kata Osing yang dikenal sebagai kelompok masyarakat asli Banyuwangi.

"Semoga ini mendorong inklusi keuangan di Banyuwangi, mendorong gerakan pembayaran non-tunai, mendidik warga untuk melek keuangan karena ada fitur perencanaan keuangan seperti opsi investasi produk keuangan syariah lewat perusahaan manajemen aset milik PayTren," ujar Anas.

Komisaris Utama PayTren Ustaz Yusuf Mansur menambahkan, integrasi layanan pembayaran hasil kerja sama dengan Pemkab Banyuwangi yang diberi nama OsingPay bakal dikebut dan diharapkan tuntas dalam dua pekan ke depan.

Dengan penggunaan layanan Paytren, ungkap Yusuf Mansur, masyarakat Banyuwangi akan mendapat berbagai keuntungan.

"Value yang dimiliki OsingPay akan menjadi investasi dari warga Banyuwangi sendiri. Semakin sering transaksi lewat OsingPay, akan semakin besar value yang dimiliki," terangnya.

Penggunaan Paytren sendiri, menurut Yusuf Mansur, juga mengandung semangat nasionalisme yang kuat. PayTren merupakan satu-satunya perusahaan fintech di Indonesia yang 100 persen sahamnya dimiliki oleh WNI.

"Artinya, dengan bersama-sama di Paytren, berarti ikut mewujudkan kedaulatan Indonesia di bidang sistem pembayaran. Sekaligus menjadikan Indonesia sebagai pemain fintech tingkat dunia," katanya.

(ES/ES)
  1. PayTren
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA