1. BANYUWANGI
  2. KOMUNITAS

Mengenal hewan musang lewat Komunitas Musang Lovers

Sebagian masyarakat tidak menyukai hewan ini karena dianggap bahaya. Benarkah?

©2017 Merdeka.com Reporter : Farah Fuadona | Sabtu, 20 Mei 2017 08:16

Merdeka.com, Banyuwangi - Ada misi penting yang coba diperkenalkan oleh Komunitas Musang Lovers Banyuwangi (Mulowangi) kepada masyarakat, bahwa musang ternyata bukanlah hama pengganggu. Selama ini masyarakat masih menganggap bahwa musang adalah hama bagi kehidupan manusia. Padahal jika dirawat dengan baik, musang bisa menjadi hewan peliharaan yang menggemaskan.

"Dari sifatnya sebenarnya musang gak jauh beda dengan kucing. Mereka sama-sama memiliki sifat manja dan senang dibelai," ujar Perwakilan Koordinator Mulowangi Sub Regional Rogojampi, Octavialdi.

Pria yang akrab disapa Aldi, mengaku mulai jatuh cinta dengan hewan noturnal ini sejak beberapa tahun lalu melalui Facebook. Dari situ, ia mulai mencari tahu soal musang melalui internet.

"Saya sempat kaget ternyata musang ini hewan asli Indonesia. Jenisnya juga banyak dan ada beberapa yang memiliki keunikan tersendiri," kata pria berusia 22 tahun ini.

Salah satunya adalah musang Jawa yang memiliki bau khas seperti pandan, bahkan sebagian ada yang memanggilnya musang pandan karena kekhasan baunya. Musang Jawa inilah yang biasanya dimanfaatkan para petani kopi untuk membuat kopi luwak.

Selain Musang Jawa, Aldi juga mengenalkan beberapa jenis musang yang dimiliki Komunitas Mulowangi di antaranya anggota ada musang akar Borneo (Kalimantan), musang bulan Sumatera, musang garangan (Jawa) dan musang Bali.

Walau terkenal sering memangsa ayam, rupanya musang bukanlah hewan karnivora melainkan hewan omnivora. Jika hidup dia alam liar, musang biasa memakan buah-buahan.

Itulah mengapa Aldi lebih memelihara musang karena dianggap sebagai hewan peliharaan yang tidak rewel. Musang menurutnya juga memiliki kekebalan tubuh yang baik, jadi tidak perlu divaksin seperti hewan peliharaan yang lain. Selain itu, musang adalah hewan eksotis

Menurut Humas Komunitas Mulowangi, Suhariyanto musang yang dimiliki anggotanya sebagian ada yang dimanfaatkan untuk produksi kopi luwak. "Tapi tujuan utamanya bukan untuk dieksploitasi. Misi kami mengedukasi kepada masyarakat bahwa musang bukanlah hama bagi manusia," kata dia.

Memiliki anggota mencapai 136 orang, Riyanto mengaku bahwa komunitasnya berisi orang-orang yang cinta dan peduli kepada musang. "Kami bukan komunitas yang nyambi jual-beli musang. Tapi kalau ada yang tertarik ingin ikut memelihara bisa kami rekomendasikan penjual yang memang terpercaya," ujarnya.

Ia menyarankan bagi yang ingin memilih musang sebagai hewan peliharaan disarankan yang masih berusia 3-5 bulan, karena dianggap mudah untuk dijinakkan. Jika berumur panjang, hidul musang bisa mencapai 5 tahun.

(MH/FF)
  1. Komunitas
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA