1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Smart Kampung akan diaplikasikan di seluruh Jatim

Gus Ipul mencontohkan, apa yang dilakukan Kabupaten Banyuwangi bisa diaplikasikan di seluruh Jawa Timur.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf . ©2017 Merdeka.com Reporter : Farah Fuadona | Senin, 11 Desember 2017 11:01

Merdeka.com, Banyuwangi - Melihat kesuksesan layanan Smart Kampung di Banyuwangu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berencana mengaplikasikannya di seluruh desa di Jawa Timar. Upaya ini dimulai dengan mendorong perangkat desa mengembangkan Smart Kampung dengan mewujudkan pelayanan berbasis teknologi (IT).

"Teknologi bisa dijadikan alat mengejar ketertinggalan kita. Dengan IT, masyarakat tidak perlu pergi ke Kota/Kabupaten hanya untuk mengurus KTP atau Akte Kelahiran, cukup dengan menggunakan smartphone, pelayanan bisa langsung diakses," kata Gus Ipul saat menutup Musda II Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Jawa Timur di Hotel Trawas Mojokerto, Minggu (10/12).

Gus Ipul mencontohkan, apa yang dilakukan Kabupaten Banyuwangi bisa diaplikasikan di seluruh Jawa Timur. "Seperti yang sudah dilakukan oleh Kabupaten Banyuwangi. Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, perangkat desa atau kecamatan cukup dengan menggunakan smartphone. Apapun keperluannya bisa diselesaikan dalam waktu tidak lebih dari satu jam," ujarnya.

Guna mewujudkan smart kampung ini, pelatihan bagi perangkat desa akan dilakukan. Selain itu, perangkat desa juga akan diajak untuk study banding ke Banyuwangi.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul juga berpesan dana desa yang mulai mengucur sejak tahun 2014 harus dimanfaatkan dengan lebih baik lagi. Jika pengelolaan dana desa dilakukan dengan benar, maka kesejahteraan masyarakat desa dengan sendirinya juga akan meningkat.

Karenannya, pengelolaan dana desa juga harus benar, transparan dan dilakukan secara tepat. "Kita harus mencari cara bagaimana bisa meningkatkan kualitas kades dan perangkat desa, sekaligus penghasilannya," kata Gus Ipul yang juga Dewan Pembina PPDI Provinsi Jawa Timur ini.

"Semua yang menjadi usulan sudah saya catat dan saya ikuti. Setelah itu kita cari solusinya bersama. Misalnya Gaji Kades dan perangkat antar Kabupaten tidak sama. Untuk itu, kita harus cari jalan tengahnya agar tidak terjadi kesenjangan. Yang lemah dibantu provinsi dan yang sudah tinggi ya sudah dan yang tengah-tengah kita sharing,” jelas Gus Ipul.

Sementara itu, Musda PPDI Jatim ke-2 kali ini diikuti 483 peserta dari 20 Kabupaten di Jawa Timur. Muda dan digelar dua hari 9-10 Desember di Hotel PCP Trawas Mojokerto.

(FF/FF)
  1. Pelayanan Publik
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA