1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Anas bahas Smart Kampung di acara Smart City Roadshow The Nextdev 2016

Program Smart Kampung merupakan program inovasi Pemkab Banyuwangi untuk memajukan desa lewat IT.

Anas berbicara dihadapan peserta seminar Smart City Roadshow The Nextdev 2016. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Jum'at, 29 Juli 2016 11:06

Merdeka.com, Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas jadi keynote speaker acar Roadshow The Nextdev 2016 di Aula Kamus Stikom, Kamis (28/7). Seminar yang diinisiasi Telkomsel ini bertujuan membentuk ekosistem digital demi terwujudnya Smart City berkelanjutan.   

Di hadapan peserta seminar dan Vice President Sales and Marketing Jawa-Bali Telkomsel, Ericson Sibagariang, Bupati Anas justru memabahas konsep Smart Kampung di Banyuwangi, yang menjadi tandingan Smart City. Sebab Smart Kampung merupakan wujud komitmen pemerintah setempat dalam membangun daerahnya.

Karena Smart Kampung ini berbasis teknologi informasi (TI), kata Anas, dia pun meminta setiap kepala desa mengangkat dua orang pemuda lulusan TI untuk mendukung pelayanan publik di desanya masing-masing.

“Tidak masalah kalau kepala desanya tidak melek teknologi, yang penting saya meminta setiap kepala desa di Banyuwangi untuk meng-hire tenaga TI agar semua pelayanan berbasis teknologi informasi berjalan lancar. Honornya bisa diambilkan dari APBDes (Angggaran Pendapatan dan Belanja Desa),” kata Anas dalam pidatonya.

Pengangkatan tenaga TI di setiap desa tersebut untuk menunjang pelaksanaan program Smart Kampung, yang merupakan program pengembangan desa terintegrasi dengan memadukan penggunaan TIK berbasis serat optik, kegiatan ekonomi produktif, kegiatan ekonomi kreatif, peningkatan pendidikan-kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan.

“Smart Kampung menjadi jawaban bagi disparitas pembangunan, khususnya bidang pelayanan publik di Indonesia. Tidak hanya pembangunan di kota saja lewat Smart City yang diprioritaskan, tapi juga di tingkat desa. Nah di Banyuwangi, Smart Kampung mampu memberikan layanan cepat dan efisien bagi masyarakat desa yang jauh dari ibu kota,” ungkap Anas.

Program Smart Kampung sendiri merupakan program inovasi Pemkab Banyuwangi untuk memajukan daerah lewat IT. Beberapa inovasi lainnya juga lahir untuk mempercepat pembangunan daerah, mengatasi pelbagai permasalahan sosial maupun untuk merespon aduan masyarakat.

Anas di seminar Smart City Roadshow The Nextdev 2016
© 2016 merdeka.com/Mochammad Andriansyah

Seperti Banyuwangi Children Centre (BCC) yang memberikan layanan aduan khusus kererasan pada anak misalnya. Kemudia Unit Gawat Darurat (UGD) Kemiskinan untuk mempercepat penanganan kemiskinan dan Garda Ampuh untuk mengangkat anak putus sekolah agar bisa kembali sekolah, merupakan inovasi Pemkab Banyuwangi yang berbasis IT.

Uniknya semua inovasi tersebut memanfaatkan teknologi berupa media sosial (medsos) sebagai penghubung komunikasi yang mampu mempercepat respons semua permasalahan. Misalnya, saat Anas merespons cepat aduan masyarakat melalui akun medsosnya.

”Lewat media sosial dan SMS center sangat efektif untuk mendapatkan laporan dari masyarakat, terutama yang terkait masalah kesehatan. Perlu kepedulian banyak pihak, karena pasti ada hal yang terlewat dari pantauan aparatur mulai dari RT, desa, sampai kecamatan. Oleh karena itu, peran warga sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Pengaduan melalui jalur yang mudah menjadi ‘alarm’ bagi pihaknya, sekaligus membentuk iklim: Jangan cuma asal bapak senang (ABS) di lingkungan birokrasi. “Karena masyarakat bisa mengadu langsung, dan bisa ditangani secara cepat. Ini SOP-nya empat jam harus sudah tertangani,” kata dia.

Salah satu contoh kasus beberapa waktu lalu misalnya. Saat itu  Anas merespons pengaduan seorang anak kecil, Mohamad Al Muzaki yang didiagnosa menderita meningitis. Aduan masuk melalui Twitter pribadi Anas pada Minggu (17/7) sekitar pukul 18.41 WIB. Dua jam kemudian, pihak kecamatan dan perangkat dinas kesehatan menuju ke lokasi aduan. ”Dan malam itu juga, anak kecil itu sudah dibawa ke RSUD Genteng untuk dilakukan tindakan medis,” katanya.

Sementara Ericson Sibagariang mengatakan, dengan roadshow ini ingin bertatap muka dengan para generasi muda, dan mengajak untuk turut serta berkontribusi aktif memanfaatkan teknologi. "Dengan tingginya partisipasi dari mereka, akan terjaring lebih banyak lagi ide-ide kreatif dan solutif yang dapat mempercepat penerapan Smart City di berbagai daerah di Indonesia," kata Ericson.

(FF/MA)
  1. Info Banyuwangi
  2. Smart Kampung
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA