1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Bank Indonesia pilih Banyuwangi sebagai wilayah layanan Kas Titipan

Alasannya karena perekonomian Banyuwangi terus tumbuh dari tahun ke tahun dan letak geografis yang jauh.

Bank Indonesia launching layanan Kas Titipan di Banyuwangi. ©2016 Merdeka.com Reporter : Suci Rachmaningtyas | Rabu, 30 November 2016 10:25

Merdeka.com, Banyuwangi - Seiring laju perekonomian Kabupaten Banyuwangi yang meroket, Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan beberapa bank umum dalam melaksanakan layanan Kas Titipan. Layanan tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan uang tunai di Banyuwangi melalui Bank Jatim cabang Banyuwangi sebagai bank pengelola.

Bertempat di Kantor Bank Jatim Banyuwangi, Selasa (29/11), launching layanan Kas Titipan tersebut diikuti oleh beberapa pimpinan bank umum di Banyuwangi seperti BCA, UOB, Mandiri, BNI, BRI dan CIMB Niaga.

"Kami memandang, pengiriman uang itu dipengaruhi jarak. Dari 5 kabupaten yang menjadi wilayah kerja kami, Banyuwangi lah yang paling jauh jaraknya. Butuh waktu 3 jam untuk mencapai Banyuwangi dari Jember atau sebaliknya. Tentu saja ini menjadi hambatan tersendiri bagi bank-bank yang ada di Banyuwangi apabila stok uang (di Banyuwangi) habis. Terlalu lama dalam perjalanan, supply uang ke Banyuwangi malah terganggu," ujar perwakilan BI Cabang Jember, Ahmad Bunyamin.

Menurut Ahmad, BI dituntut memasok uang dalam waktu dan jumlah yang pas, serta dalam kondisi yang baik. Mengingat wilayah BI terbagi atas 5 wilayah kerja, yakni Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso dan Lumajang. Maka dibutuhkan strategi yang tepat agar distribusi uang di sejumlah daerah tersebut berjalan dengan cepat dan tepat.

"Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, akhirnya kami memilih Banyuwangi. Banyuwangi kami anggap layak, karena selain arealnya yang luas, kabupaten ini geliat ekonominya juga pesat. Banyak wisatawan yang berkunjung dan investor yang masuk sehingga menyebabkan perputaran roda ekonomi berlangsung dengan cepat," ujar Ahmad optimis.

Ahmad menuturkan, perekonomian Banyuwangi terus tumbuh dari tahun ke tahun. Bahkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tahun 2011 hingga 2014 sebesar 6,64 persen lebih tinggi dibandingkan dengan Jawa Timur yang sebesar 6,25 persen. Selain itu, peran perekonomian Banyuwangi terhadap Jatim yakni sebesar 3,25 persen atau yang terbesar ketujuh dari 38 kabupaten/kota di Jatim.

Kegiatan pemenuhan uang pecahan kecil (UPK) kepada masyarakat di Banyuwangi diperoleh dari setoran nasabah dan melalui kas keliling kantor perwakilan BI Jember dengan frekuensi berkisar 3 hingga 5 kali dalam sebulan, dengan modal kerja rata-rata Rp 500 juta. Dari pelaksanaan kas keliling tersebut seringkali belum dapat memenuhi kebutuhan uang layak edar (ULE).

"Ini sejalan dengan kebijakan Pemkab Banyuwangi. Pada tahun 2017 nanti, APBD Banyuwangi jumlahnya melebihi Rp 3 triliun. Banyak kegiatan bersifat pembangunan seperti kapal pesiar (yacht) dan terminal bandara. Begitu pula pembangunan yang dilakukan di desa-desa, seperti smart kampung. Banyak transaksi keuangan akan terjadi di desa. Maka keberadaan kas titipan ini akan sangat membantu sekali roda perekonomian dan mempercepat pembangunan di Banyuwangi," kata Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Ketut Kencana Nirha Saputra.


(FF/SR)
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA