1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Festival Sedekah Oksigen, gerakan menanam pohon di Banyuwangi

"Festival Sedekah Oksigen kami masukkan dalam Banyuwangi Festival sebagai komitmen kami untuk terus menjaga lingkungan," kata Anas.

Sedekah Oksigen. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Rabu, 30 Maret 2016 10:22

Merdeka.com, Banyuwangi - Sebagai komitmentnya untuk terus menjaga lingkungan sekitarnya, Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar Festival Sedekah Oksigen di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Blambangan, Selasa kemarin (29/3).

Salah satu event dari rangkaian Banyuwangi Festival atau B-Fest 2016, ini ‎merupakan ajang promosi wisata di Bumi Blambangan. Sedekah Oksigen sendiri, telah menjadi gerakan pemerintah daerah dan seluruh masyarakat setempat lewat gerakan menanam pohon.

"Festival Sedekah Oksigen kami masukkan dalam Banyuwangi Festival sebagai komitmen kami untuk terus menjaga lingkungan. Kami percaya melalui perantara penanaman pohon akan diproduksi oksigen yang berdampak positif bagi kehidupan," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Orang nomor satu di daerah berjuluk the Sunrise of Java ini juga menyebut, gerakan sedekah oksigen berawal dari asumsi; Tubuh manusia menghirup oksigen 2.880 liter per hari, jika harga oksigen murni per tabung kapasitas 1 liter senilai Rp 25 ribu, maka dalam sehari manusia harus mengeluarkan Rp 72 juta atau lebih dari Rp 26 miliar setahun.

"Tapi kita bernafas tidak perlu membayar. Oleh karena itu, lewat Festival Sedekah Oksigen ini, kami ingin lebih banyak lagi pihak yang akan terlibat dalam gerakan ini," ucap Anas.

Selain itu, dengan ditetapkannya Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Ijen dan Taman Nasional (TN) Alas Purwo sebagai jaringan Cagar Biosfer Dunia oleh the United Nations Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) makin mempertebal komitmen Banyuwangi untuk terus memproduksi oksigen untuk kehidupan.

"Justru dengan penetapan ini kita akan makin peduli pada upaya perlindungan sumber daya alam dan lingkungannya dalam kerangka pembangunan berkelanjutan," paparnya.

Festival Sedekah Oksigen sendiri, ditandai dengan penanaman pohon terembesi, buah darsono durian secara simbolis oleh Anas bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) di Taman Blambangan.

Tak hanya itu, Pemkab Banyuwangi juga membagikan bibit pohon terembesi dan buah-buahan ke pelbagai elemen masyarakat, seperti perwakilan pelajar, elemen lintas agama, Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi (Askab), LSM Lingkungan, dan Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI) cabang Banyuwangi.

Bibit pohon buah yang dibagikan di sntaranya buah manggis, alpukat, nangka, dan durian merah. Bibit-bibit ini nantinya akan ditanam di wilayah masing-masing. ‎"Pemilihan pohon buah dimaksudkan agar selain memproduksi oksigen, masyarakat juga akan mendapatkan manfaat ekonomis dari hasil buah yang bisa dipanen," ungkapnya.

Selain itu, event ini juga diikuti penanaman aneka pohon buah di tiap kecamatan se-Banyuwangi yang dikoordinasikan oleh camatnya masing-masing. Targetnya, setiap kecamatan wajib menanam 10 ribu pohon.

Sehingga total tanaman yang harus ditanam ada 24 ribu. "Kami akan meminta laporan dari tiap kecamatan progress tanaman yang sudah ditanam agar hasilnya bisa terukur," tegasnya.

(MT/MA)
  1. Abdullah Azwar Anas
  2. Festival Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA