1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Ini pesan Bupati Anas untuk para santri di Banyuwangi

"Oleh karena itu, atas nama santri, kami sampaikan terima kasih karena di era Pak Jokowi santri diberikan panggung yang terhormat," kata Anas.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. ©2018 Merdeka.com Reporter : Endang Saputra | Selasa, 23 Oktober 2018 10:25

Merdeka.com, Banyuwangi - Bagi Banyuwangi santri memiliki peran penting dalam pembangunan. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan santri dan pesantren turut berpartisipasi dan gotong royong dalam pembangunan Banyuwangi.

"Atas nama pemerintah daerah, saya bangga kepada pesantren, kiai, ustad, dan para santri, yang telah berkontribusi luar biasa dalam pembangunan Banyuwangi," kata Bupati Anas saat menjadi inspektur Apel Akbar Hari Santri Nasional di Taman Blambangan, Banyuwangi (22/10).

Anas mengatakan, saat ini APBD Banyuwangi sangat terbatas, sedangkan uang yang beredar di masyarakat sangat besar. APBD Banyuwangi hanya Rp 2,9 triliun. Itu pun lebih banyak digunakan untuk membiaya guru, dan lain-lain. Dengan demikian, kurang lebih sekitar Rp 800 miliar yang dikelola pemerintah.

"Sementara uang yang beredar di tengah maayarakat sebesar Rp 75 triliun. Ini menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi, tentunya termasuk pula di dalamnya partisipasi dari warga pondok pesantren," kata Anas.

Harapan lain Anas ke kaum santri adalah agar pesantren terus menjadi benteng bagi ideologi, nasionalisme, dan NKRI. Tantangan pesantren dan negara ke depan akan semakin besar. Masuknya paham-paham dari luar, seperti paham liberalisasi, radikalisme, kini telah masuk ke Indonesia.

"Pesantren saya harapkan menjadi benteng terakhir bagi ideologi dan nasionalisme NKRI. Untuk itu, dengan semangat HSN ini mari bersama-sama kita kuatkan kembali semangat kebangsaan, nasionalisme, ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniah, dan ukhuwah basariyah," kata Anas dengan semangat.

Dalam kesempatan itu, Anas berterima kasih pada Presiden Joko Widodo atas penetapan Presiden tentang Hari Santri Nasional.

"Tanpa tanda tangan presiden Jokowi, HSN tidak akan pernah lahir di republik ini. Oleh karena itu, atas nama santri, kami sampaikan terima kasih karena di era Pak Jokowi santri diberikan panggung yang terhormat. Santri telah dilegalkan dalam konteks negara menjadi Hari Santri Nasional," kata Anas.

Para santri, imbuh Anas, saat ini harus lebih percaya diri. Kaum sarungan, lanjut Anas, adalah bagian penting dalam negara.

"Kita harus punya kesungguhan dan kepercayaan diri, kita memohon mudah-mudahan undang undang pesantren segera bisa disahkan untuk semakin menguatkan peran santri untuk mewarnai keperkasaan republik Indonesia ini," katanya.

(ES/ES)
  1. Abdullah Azwar Anas
  2. Hari Santri
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA