1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Mereka yang mengejar 'kurus' di Banyuwangi Ijen Green Run

"Peserta tahun lalu dari berat badan 117 kilogram turun jadi 94 kilogram," ujar Ramada.

Salah satu peserta Banyuwangi Grand Run. ©2017 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Senin, 24 Juli 2017 18:18

Merdeka.com, Banyuwangi - Saat mencapai garis finis, tubuh Ramada Kusuma (27) lelaki dengan berat badan lebih dari 100 kilogram, langsung merebah di atas tanah. Dia mengucap syukur setelah perjalanan lari 15 kilometer dalam ajang Banyuwangi Ijen Green Run di Licin, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (23/7).

Ramada sudah kali kedua ikut dalam ajang Ijeen Green Run. Saat persiapan ajang yang pertama tahun 2016 lalu, berat badannya masih 117 kilogram. Saat itu, dia menjadi peserta dengan jarak tempuh 12 kilometer. Setelah lari sejauh itu berat badannya turun.

"Peserta tahun lalu dari berat badan 117 kilogram turun jadi 94 kilogram," ujar Ramada di sela menceritakan grafik berat badannya, kemarin.

Warga Kelurahan Klatak ini, lantas bersyukur dan bergembira. Berat badannya bisa turun. Namun, selama Bulan Ramadan hingga lebaran tahun ini, dia gagal mengatur pola makan. Berat badannya kembali naik menjadi 114 kilogram.

"Setelah lebaran, saya langsung rutin latihan lari lagi. Seminggu tiga sampai empat kali untuk persiapan Ijen Green Run 2017," ujar pria yang bekerja sebagai layouter media ini.

Selama rutin latihan empat kali dalam seminggu berat badan Ramada berhasil turun 5 kilogram. Dia rutin latihan dengan lari dari rumahnya memutar ke jalanan rata-rata sejauh 5-10 kilometer.

Saat ribuan peserta Banyuwangi Ijen Green Run dari dalam dan luar negeri sudah berkumpul di halaman Bumdes Desa Tamansari. Ada peserta dengan jalur tempuh 5, 15 dan terjauh 27 kilometer.

Dengan modal latihan rutin sejak setelah lebaran, Ramada kali ini percaya diri. Kali ini, dia ikut kategori rute 15 kilometer.

"Rutenya kayak gitu, ada yang lari sambil naik melewati bukit cinta pakai tali. Sudah kayak tentara," ujarnya sambil ngos-ngosan melepas lelah di tempat peristirahatan finis.

Dia ambil satu pisang yang dibagikan panitia, dan menenggak habis satu botol air mineral. Durasi waktu lari yang dia hitung sendiri dengan stopwatch di jam tangannya langsung dimatikan.

"15 kilometer lari, ditempuh 2 jam 35 menit," ujarnya usai mematikan stopwatch. Perjalanan lari dimulai sekitar pukul 06.00 WIB.

Selain naik turun perbukitan, rute Banyuwangi Ijen Green Run memang cukup menantang. Rata-rata menyajikan jalanan tanah yang natural di alam dengan pemandangan Gunung Ijen. Menyusuri areal persawahan, kebun, dan perkampungan warga.

"Terakhir cek berat badan 114 jadi 110 kilogram. Target saya turun 90 kilogram dengan rutin latihan dan ikut Ijen Green Run. Karena dengan lari, akan banyak kalori yang terbakar," ujar pria kelahiran 1989 itu.

Peserta lari lainnya, dengan berat badan 100 kilogram juga dimiliki Rainaldi (22) warga Kelurahan Klatak. Sebelumnya, Rainaldi memiliki berat badan hingga 119 kilogram.

Tidak tangung-tanggung, Rainaldi sudah mempersiapkan untuk menjadi peserta Banyuwangi Ijen Green Run sejak November 2016. Selama latihan lari, berat badannya berhasil dia turunkan hingga 19 kilogram.
"Dari berat badan 119 jadi 100 kilogram, mulai November sampai bulan ini untuk hadapi Ijen Green Run," ujarnya.

Rainaldi, ikut dalam ajang Banyuwangi Ijen Green Run kategori 5 kilometer. Dia menargetkan, bisa menurunkan berat badan hingga menjadi 75-80 kilogram.

"Saya latihan lari rutin, seminggu tiga kali. Karena yang pertama jadi saya ikut yang 5 kilometer dulu," ujarnya sambil tertawa.

(MT/MUA)
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA