1. BANYUWANGI
  2. PARIWISATA

Bule mengajar, satu inovasi yang bakal dikembangkan di Banyuwangi

"Paling penting ke depan bagi Banyuwangi adalah pengembangan SDM. Maka program baru yang akan kita canangkan, yakni bule mengajar di kampung".

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. ©2018 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Jum'at, 21 September 2018 11:29

Merdeka.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bakal mengembangkan inovasi baru bernama Bule Mengajar. Lewat program tersebut, para wisatawan mancanegara bakal dilibatkan untuk memberi edukasi kepada masyarakat Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan, program ini diharapkan bisa memperkuat sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Paling penting ke depan bagi Banyuwangi adalah pengembangan SDM. Maka program baru yang akan kita canangkan, yakni bule mengajar di kampung-kampung. Bule mengajar akan diberi sertifikat. Misalkan dia berlibur selama seminggu di Banyuwangi, kalau dia mengajar akan kami beri sertifikat," ujar Anas di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Jumat (21/9).

Apalagi tahun ini Banyuwangi sudah masuk 8 destinasi wisata prioritas dari pemerintah pusat. Sementara pada Oktober mendatang, Banyuwangi juga dipercaya menjadi bagian untuk menerima kunjungan delegasi IMF World Bank yang dihadiri 17.000 menteri keuangan dan bank sentral dari berbagai negara di dunia.

"Menjadi prioritas pemerintah Indonesia, salah satunya adalah Banyuwangi, kemudian ada Danau Toba, ada Labuan Bajo, Mandalika dan lain-lain. Terimakasih, ternyata kerja keras ini bisa mendorong adanya apresiasi baru bagi pemerintah. Ke depan akan mengambil keputusan dengan cepat, tapi dengan pilihan penting untuk pengembangan destinasi," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda mengatakan, tahun ini Pemkab Banyuwangi menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) sejumlah 100.000 dari sebelumnya 75.000, sementara hingga bulan Agustus, kunjungan Wisman di Banyuwangi sudah mencapai 90.000. Untuk wisatawan domestik ditargetkan 5,5 juta dari sebelumnya 5 juta kunjungan.

"Sekarang total kunjungan Wisman sudah 90 ribu. Sekarang puncak kunjungan, high seasonnya. Kemarin juga ditambah limpahan Wisman dari Lombok," jelas Bramuda.

Program Bule mengajar, tambah Bramuda, secara teknis bakal dilakukan di homstay milik masyarakat. Pemilik homstay juga dimintan kesediaannya untuk meminta agar Wisman yang menginap di tempatnya mau mengajar.

"Nanti pemilik homstay yang bakal meloby tamunya untuk mengajar warga sekitar," katanya.
Lewat program Bule Mengajar, diharapkan SDM masyarakat di kawasan destinasi wisata bisa menjadi lebih baik, dan terbiasa bekomunikasi dengan tamu.

"Jadi warga ke depan bisa lebih mudah bekomunikasi dengan wisatawan, kalau di Bali ini sudah biasa. Program ini belum dilakukan, tapi para pelaku homstay sudah kami kumpulkan untuk diberi tahu," katanya.

(ES/MUA)
  1. Abdullah Azwar Anas
  2. Pendidikan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA