1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Pemilik warung lokasi wisata Banyuwangi diajari mengolah makanan bule

Pelatihan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan SDM pelaku pariwisata.

Pelatihan mengolah makanan western. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Sabtu, 23 April 2016 13:35

Merdeka.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melatih 100 pemilik warung membuat dan menyajikan sarapan bagi orang asing atau bule untuk mengiringi perkembangan wisata di daerah itu. Sebanyak 100 pemilik warung di sejumlah lokasi wisata di Banyuwangi itu mengikuti pelatihan cara membuat sandwich dan aneka olahan telur ayam di Aula Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. Aksi ini langsung dipandu oleh 11 ahli jasa boga dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali.

Menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STP Nusa Dua Bali, I Ketut Surata pariwisata Banyuwangi terus berkembang harus sudah mulai berpikir tentang kenyamanan dan kebutuhan para wisatawan, terutama turis asing. Salah satunya adalah menu makanan para wisman tersebut.

"Melalui pelatihan ini kami berharap para pemilik warung makanan bisa menyediakan makanan yang sesuai selera wisatawan, terutama mancanegara. Sandwich dan beragam olahan telur ini kami kenalkan lebih dulu, karena mudah dan bisa diterima lidah wisatawan manapun," ujar Ketut.


Peserta sebagian besar kaum wanita ini terlihat menyimak cara mengolah menu sarapan yang benar. Mereka diajari bagaimana memilih bahan yang berkualitas hingga pengolahannya. Mereka juga diberikan edukasi tentang tata cara mengolah makanan secara higienis dan sehat.

"Wisman sangat memperhatikan kebersihan makanan bahkan saat pengolahannya. Contohnya, kalau mengolah makanan sedang bersin harus ditutup mulut. Jangan merokok saat akan mengolah makanan," ujar Dosen manajemen tata boga STP Nusa Dua Bali, I Nyoman Sunada.

Selain teori, para peserta juga diajak praktik langsung membuat sarapan. Bukan hanya sandwich, mereka juga diajarkan cara membuat ragam jenis masakan telur. Mulai omelette, fried egg, scramble egg, dan oil egg.

"Telur bisa dimasak macam-macam ternyata. Setelah diajari membuat sandwich dan telur-telur ini, saya akan menambah menu di warung saya. Jadi kalau ada bule mereka tertarik," kata Siami, penjual makanan yang sehari-hari membuka warung di Teluk Biru.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara Pemkab Banyuwangi dengan STP Nusa Dua Bali. Pelatihan ini salah satu upaya untuk meningkatkan SDM pelaku pariwisata.

"Pesertanya bukan dari pihak hotel dan restoran besar namun justru para pemilik warung-warung kecil di lokasi wisata. Selain untuk memperkaya sajian menu juga untuk membuat turis lebih nyaman berlibur di Banyuwangi," kata Bramuda.

Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (22-23 April). Pada hari pertama, mereka dilatih bagaimana mengolah makanan pagi serta diberikan edukasi tentang tata cara mengolah makanan secara higienis dan sehat. Selanjutnya mereka akan dilatih tentang "product packaging", yaitu bagaimana mengemas makanan yang tepat dan menarik sehingga sesuai dengan selera wisatawan.

(FF/MA)
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA