1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

16 Negara akan mengikuti Banyuwangi Ethno Carnival

"Semoga dengan strategi budaya ini kita bisa menghargai produk budaya nusantara yang sangat beragam untuk saling bersanding".

Ethno Carnival. ©2018 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Kamis, 26 Juli 2018 15:24

Merdeka.com, Banyuwangi - Pada akhir pekan ini, masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi bakal dihibur dengan pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2018. Kali ini, BEC menyajikan atraksi lebih menarik dengan mengangkat tema 'tradisi lokal Puter Kayun'.

Para model karnaval BEC bakal mengenakan 120 busana etnik dalam 10 sub tema Puter Kayun. Event ini juga bakal dimeriahakan oleh wisatawan dari 16 negara yang bakal berdandan busana lokal Banyuwangi.

Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi mencatat, sudah ada 25 peserta dari 16 negara yang ikut serta dalam ajang BEC. 16 negara tersebut antara lain Germany, Australia, Russia, Colombia, Palestina, Turkmenistan, Libya, Sudan, Nigeria, Egypt, Ukraine, Russia, Thailand, Pakistan, Syria dan Tanzania.

Salah satu wisatawan asal Palestina, Monther Rasheed saat dihubungi melalui akun media sosialnya mengatakan, dia tertarik ikut serta karena ingin mengenal lebih dalam tentang seni budaya di Banyuwangi. Para wisatawan bakal mengenakan pakaian penari gandrung dan duta wisata Jebeng Thulik.

"Saya tahu tentang BEC dari teman yang ada di Malang. Saya tertarik karena saya seorang fotografer, senang eksplorasi perjalanan, suka identifikasi lokasi baru," kata Monther, Kamis (26/7).

Dalalm 10 bulan terakhir, Monther sudah 4 kali berkunjung ke Banyuwangi. Selain pemandangan alamnya yang bagus, Monther menilai Kabupaten Banyuwangi memiliki optimisme yang kuat untuk memajukan daerahnya. Dia sendiri ingin mengenalkan perjalanannya melalui akun media sosialnya.

"Menurutku, Indonesia punya seni budaya yang menarik dan beda. Pemandangan alamnya juga cantik-cantik. Banyuwangi sendiri, menurut saya punya karakteristik yang tenang, lokasinya indah, dan orang-orangnya saling menghormati satu sama lain. Bagiku kota ini memberikan penuh harapan," terangnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan, event BEC merupakan salah satu cara untuk mengenalkan bahwa budaya lokal bisa bersanding dengan budaya global. Anas berharap para peserta BEC mancanegara bisa turut mengenalkan budaya Banyuwangi dan bisa memikat kunjungan wisatawan.

"Semoga dengan strategi budaya ini kita bisa menghargai produk budaya nusantara yang sangat beragam untuk saling bersanding dengan budaya global," ujar Anas.

Kali ini, event BEC akan ditampilkan dengan cara yang berbeda. Bila sebelumnya para model BEC yang akan berjalan keliling kawasan kota dari satu panggung utama, kali ini disediakan 10 panggung dengan sub tema dari tradisi Puter Kayun.

Sepuluh sub tema yang bakal didesain dalam bentuk busana karnaval antara lain Kupat Lepet, Tapekong, Oncor-oncoran, Keris, Buyut Jakso, dan Gedogan. Ada juga sub tema jaran (kuda), dongkar (delman), ejeg (kusir), dan segoro (pantai) watu dodol.

 

 

(ES/MUA)
  1. Pariwisata
  2. Abdullah Azwar Anas
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA