1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

AP II akan surati Menhub terkait pembaruan status Bandara Banyuwangi

"Kami minggu depan akan mengajukan izin ke Menhub untuk dapat kiranya disetujui, Bandara Banyuwangi menjadi Bandara Internasional".

Dirut AP II Muhammad Awaluddin. ©2018 Merdeka.com Editor : Endang Saputra | Minggu, 22 Juli 2018 15:38

Merdeka.com, Banyuwangi - PT Angkasa Pura (AP) II selaku operator Bandara Banyuwangi Jawa Timur, berencana mengirim surat kepada Menteri Perhubungan (Menhub)Budi Karya Sumadi untuk meminta izin agar bandara kebanggan masyarakat Bumi Blambangan itu menjadi Bandara Internasional.

Pasalnya beberapa maskapai penerbangan telah mengajukan izin untuk menggelar penerbangan langsung Banyuwangi-luar negeri. Maskapai itu adalah AirAsia dengan rute Kuala Lumpur – Banyuwangi – Kuala Lumpur
dan Citilink di rute Banyuwangi – Kuala Lumpur – Banyuwangi. Ditambah intruksi dari Menteri BUMN Rini Soemarno agar Citilink juga membuka rute penerbangan Banyuwangi – Darwin, Australia – Banyuwangi.

Hal itu disampaikan Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin setelah membuka kegiatan fun walk untuk menyambut Asian Games 2018 yang disponsorinya di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi. Dia
mengatakan berencana ambil momen penyelenggaraan Annual Meeting IMF World Bank di Bali Oktober mendatang sebagai pembukaan penerbangan internasional tersebut.

"Kami minggu depan akan mengajukan izin ke Menhub untuk dapat kiranya disetujui, Bandara Banyuwangi menjadi Bandara Internasional. Setelah mendapat izin Menhub, juga mendapatkan rekomendasi, kemudian
berkoordinasi dengan kementerian lembaga lain," kata Awaluddin, Minggu (22/7).

Kementerian dan lembaga yang berkaitan di antaranya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menyediakan layanan custom atau kepabeanan. Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) merupakan pihak yang berwenang
menyediakan layanan imigrasi. Karantina kesehatan di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes), karantina hewan dan tumbuhan di bawah Kementerian Pertanian, dan karantina perikanan di bawah Kementerian
Kelautan dan Perikanan (KKP). Semuanya bisa diproses dan dibuka di terminal Bandara Banyuwangi setelah keluar izin dan rekomendasi dari Kemenhub.

Sementara pembangunan fisik juga, dikatakan Awaluddin, menunjukkan peningkatan yang memuaskan. Perluasan apron menjadi 34 ribu meter persegi yang bisa diparkiri 9 pesawat narrow body dan 2 pesawat small body, akan selesai September tahun ini. Begitu juga Penambahan panjang landasan pacu menjadi 2.500 meter dan lebar 45 meter, termasuk penebalannya hingga memiliki kekuatan menahan beban sebesar 56 PCN, untuk keperluan pendaratan dan lepas landas pesawat narrow body.

"Bu Rini Menteri BUMN setuju, Pak Arief Menteri Pariwisata sangat setuju, Pak Bupati Banyuwangi lebih setuju lagi, masyarakat Banyuwangi saya rasa juga akan senang. Secepatnya setelah mendapat izin dari
Kemenhub kita akan berusaha membuka penerbangan internasional," kata dia.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kembali menyatakan komitmennya untuk mendukung AP II dan maskapai penerbangan menggelar penerbangan internasional di Bandara Banyuwangi. Aset milik Pemkab Banyuwangi berupa ruang VIP terminal bandara akan dipinjamkan untuk fasilitas Custom, Immigration, Quarantine (CIQ), termasuk berbagai surat yang dibutuhkan.

"Untuk menggelar Annual Meeting IMF World Bank, kuncinya sinergi berbagai pihak. Pembangunan bandara ini juga sebagai persiapan kita sebagai penyangga bandara internasional Ngurah Rai Bali demi
kelancaran acara besar tersebut," katanya.

(ES) Laporan: Ahmad Suudi
  1. Bandara Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA