1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Diaspora Banyuwangi, temu kangen para perantau saat Hari Raya

“Setiap tahunnya, acara ini selalu dihadiri ratusan warga rantau asal Banyuwangi, " ujar Alam.

Abdullah Azwar Anas. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Minggu, 03 Juli 2016 00:45

Merdeka.com, Banyuwangi - Lebaran merupakan moment istimewa. Selain untuk merayakan hari kemenangan setelah satu bulan menjalani ibadah puasa, Hari Raya Idul Fitri juga menjadi hari spesial untuk melepas kerinduan pada kampung halaman. Tradisi mudik pun jadi tradisi di lakukan bagi umat muslim di Tanah Air.

Begitu pun bagi umat muslim asal Banyuwangi, Jawa Timur yang ingin ber-Hari Raya di tanah kelahirannya. Nah lewat momentum inilah, Bupati Abdullah Azwar Anas mengajak warga perantauan yang ingin pulang mudik untuk melepas kangen dan bernostalgia bersama di acara Diaspora Banyuwangi.

Acara temu kangen sekaligus Halal bi Halal hari Raya Idul Fitri 2016 ini, akan digelar pada 8 Juli mendatang di Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Menteri Pariwisata Arief Yahya juga dijadwalkan hadir di acara yang akan dimulai pukul 08.00 WIB tersebut.

Bupati Anas mengatakan, seperti tahun-tahun sebelumnya, di Hari Raya Idul Fitri tahun ini, para warga rantau asal Banyuwangi akan kembali diundang untuk saling bertemu dan mempererat tali silaturahim di Pendopo Kabupaten.

“Kami undang semua Diaspora (perantau yang tersebar di berbagai wilayah) yang tengah pulang ke kampung halaman untuk hadir di pendopo. Kita ingin mempererat tali persaudaraan antar warga Banyuwangi, meskipun mereka domisilinya saling berjauhan,” kata Anas, Sabtu (2/7).

Anas melanjutkan, Diaspora Banyuwangi ini, juga dijadikan ajang berbagi pengalaman sukses masing-masing perantau. Kisah sukses mereka, diharapkan bisa menjadi motivasi bagi generasi muda Banyuwangi, agar tidak takut mengejar sukses meski jauh dari tanah kelahiran.

“Membangun daerah itu penting. Tidak harus selalu berada di Banyuwangi, namun dari luar Banyuwangi pun kita tetap bisa berkontribusi untuk memajukan daerah. Minimal menciptakan image baik daerah asal kita. Itu berkontribusi sekali bagi suatu daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Banyuwangi, Alam Sudrajat mengatakan, acara ini akan dikemas dengan menampilkan nuansa Banyuwangi. Para Diaspora akan diajak bernostalgia dengan menikmati pelbagai kekhasan daerah asalnya.

“Selain menghadirkan kesenian dan lagu-lagu khas Osing (Using), juga kami sajikan kuliner tradisional Banyuwangi yang tidak setiap saat bisa ditemui. Kami ingin mengobati kerinduan akan kampung halaman dengan menampilkan tradisi lama yang dulu pernah mereka jumpai,” ucap Alam.

Diaspora Banyuwangi ini kali pertama digelar pada Lebaran 2013 silam. Para perantau di pelbagai daerah di Indonesia asal Banyuwangi, selalu antusias hadir di acara tersebut. Bahkan ada juga yang datang dari Malaysia, Taiwan, Hongkong, dan ada juga yang datang dari Amerika, atau tepatnya Amerika Latin.

“Setiap tahunnya, acara ini selalu dihadiri ratusan warga rantau asal Banyuwangi, termasuk Pak Arief Yahya yang memang putera daerah Banyuwangi. Beliau (Arief Yahya) tidak pernah absen melewatkan acara ini. Siapapun warga rantau kami undang untuk ikut meramaikan acara ini,” ujar Alam.

(FF/MA)
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA