1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Dua hari, festival hadrah tingkat Jawa-Bali ramaikan Banyuwangi

"Ke depan Banyuwangi tidak hanya bersaing di tingkat kabupaten, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga antar negara," ujar Anas.

festival hadrah. ©2018 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Minggu, 27 Mei 2018 11:43

Merdeka.com, Banyuwangi - Festival Hadrah yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berlangsung selama dua hari di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi.

Ratusan peserta tingkat SMP-SMA yang berasal dari Pulau Jawa dan Bali saling adu permainan musik dan nyanyian salawatan paling merdu.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan, Festival Hadrah diharapkan bisa mengangkat khasanah musik Islami di Indonesia.

"Festival ini salah satu cara untuk melestarikan seni musik Islami di Indonesia. Ke depan Banyuwangi tidak hanya bersaing di tingkat kabupaten, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga antar negara," ujar Anas memotivasi para peserta, Sabtu (26/5).

Festival Hadrah berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (27/5) di Kantor Pemkab Banyuwangi. Mulai pagi hingga malam hari, para peserta terus memenuhi setiap sudut area pertunjukan. Ada yang sedang tampil, berlatih, menikmati kuliner hingga beribadah di masjid Pemkab.

Anas menyampaikan, nilai-nilai seni dalam Islam perlu dilestarikan. Harapannya pertemuan antar generasi muda dari berbagai daerah ini bisa turut menyampaikan pesan bahwa Agama Islam itu santun dan toleran.

"Ya, semoga negara ini terus damai," katanya.

Andi, salah satu peserta dari MTS Sunan Drajad Tangerang mengaku senang bisa bertemu dengan teman baru dan tentunya dengan teknik permainan yang lebih beragam.

"Sebelumnya saya tidak menyangka, dengan saya bisa main musik hadrah bisa jalan-jalan sampai Banyuwangi, ketemu teman baru, dan mendapat pengalaman saling adu permainan musik," kata Andi.

Dalam event ini, setiap grup musik hadrah, diwajibkan membawakan dua lagu, yakni lagu shalawat dengan iringan musik albanjari serta lagu bebas dengan musik perkusi seperti keplak, marawis, calte, dumbuk, jimbe, bas, tamborin dan tamtam.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihtiyono menambahkan, anak-anak yang tampil merupakan hasil seleksi yang ketat antar daerah. Total peserta sebanyak 131 grup dengan masing-masing grup berjumlah 10 orang.

"Peserta dari luar daerah kami haruskan sudah memiliki sertifikat penghargaan di daerahnya, jadi memang yang hadir saat ini merupakan Anak-anak terbaik," kata Sulihtiyono.

Dari 131 grup, yang tampil dalam puncak acara sebanyak 50 grup terbaik. Peserta dari Banyuwangi sendiri memenuhi kuota hingga 50 persen.

"Putra daerah memang punya porsi 50 persen, untuk memberi ruang kreatif. Sebagain besar mereka belajar dari kegiatan ekstrakulikuler yang sudah ada di sekolahnya," katanya.

(ES/MUA)
  1. Abdullah Azwar Anas
  2. Festival Banyuwangi 2018
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA