1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Masjid kena lumpur banjir, warga Alas Malang kerja bakti biar bisa tarawih

"Masjid kami ini punya sekitar 100 orang jamaah yang nanti malam mulai beribadah salat tarawih," kata Samijo.

Warga Banyuwangi bersama-sama membersihkan masjid setelah banjir. ©2018 Merdeka.com Reporter : Mohammad Taufik | Rabu, 16 Mei 2018 13:33

Merdeka.com, Banyuwangi - Warga Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bekerja bakti membersihkan lumpur di halaman Masjid Ar-Royan agar bisa digunakan menunaikan ibadah salat tarawih, Rabu (16/5). Lumpur berasal dari luberan Sungai Badeng karena jembatan di selatan masjid tertutup puluhan pohon besar yang terbawa aliran banjir, Selasa (15/5) malam.

Lumpur memenuhi halaman masjid hingga setinggi 20 centimeter di atas paving. Meskipun tidak sampai naik ke ubin masjid, lumpur menyebabkan umat Islam sekitar tidak bisa masuk untuk beribadah.

Sedangkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah mengumumkan bahwa hari pertama Ramadan jatuh pada Kamis (17/5) besok. Dari itu masyarakat Desa Alas Malang berupaya membersihkan masjid mereka agar bisa digunakan beribadah salat tarawih nanti malam.

Pengurus Tamir sekaligus Imam Masjid Ar-Royan, Samijo, mengatakan warga bersama Tim Sar membersihkan lumpur kemarin malam hingga pukul 12 malam. Pagi tadi warga kembali bekerja bakti dengan peralatan cangkul, sekop, timba, dan gerobak sorong.

"Masjid kami ini punya sekitar 100 orang jamaah yang nanti malam mulai beribadah salat tarawih," kata Samijo yang dapur rumahnya juga kemasukan lumpur.

Warga berhasil menguras lumpur dari halaman masjid siang hari. Setelah itu mobil pemadam kebakaran akan masuk membersihkan sisa lumpur yang licin dengan semprotan air.

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharram Suryadi, mengatakan pembersihan lumpur termasuk di 28 rumah warga, ditargetkan selesai nanti malam. Di beberapa bagian, ketinggian lumpur mencapai 40 sentimeter.

"Penanganan kita lakukan sejak kemarin malam, sampai nanti malam kita harapkan sudah normal walau mungkin belum pulih seperti semula," kata Eka.

Sebelumnya diberitakan banjir lumpur yang terjadi di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (15/5), dipastikan karena datangnya puluhan pohon besar yang tersangkut gorong-gorong dan menutupi 80 persen lubang jembatan.

Debit air Sungai Badeng meningkat setelah hujan lebat turun di Gunung Remuk atau Bukit Pendil yang merupakan bagian dari Pegunungan Raung. Tidak hanya air, material lumpur, batu, dan pohon-pohon besar dan kecil turut hanyut ke sungai dari bukit yang dikabarkan mengalami longsor besar sejak September 2017.

(MT/MT)
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA