1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Menpan-RB akan adopsi inovasi Banyuwangi untuk disebar ke daerah lain

Asman mengatakan, dengan mengadopsi inovasi yang sudah berjalan sukses di sebuah daerah, akan sangat efisien dan menguntungkan daerah lain.

Menteri PAN-RB Asman Abnur. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Selasa, 02 Agustus 2016 16:18

Merdeka.com, Banyuwangi - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur, mengapresiasi sejumlah inovasi pelayanan publik di Jawa Timur. Bahkan menteri yang baru saja dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Yuddy Chrisnandi ini, ingin mendesain ulang sejumlah inovasi di Banyuwangi untuk disebar ke daerah lain.

Ini diungkapkan Asaman saat menggelar evaluasi akuntabilitas kinerja pemerintah di lingkungan pemerintahan provinsi, kabupaten dan kota se-Jawa Timur, acara digelar di Surabaya, Selasa (2/8).

”Ini merupakan hari keempat saya bertugas sebagai Menteri PAN dan RB, dan ini kunjungan kerja saya yang pertama di luar Jakarta. Saya tadi bisik-bisik ke deputi saya, ada beberapa inovasi di Jatim yang akan saya adopsi untuk disebar ke daerah lain,” kata Asman.

Salah satu inovasi yang akan diadopsi adalah program penerbitan akta kelahiran yang cepat dan memudahkan warga desa. “Jadi pelayanan publik ini tidak hanya milik orang kota, tapi juga warga desa seperti yang diterapkan di Banyuwangi,” paparnya.

Pada acara tersebut, Asman mendengarkan paparan akuntabilitas kinerja dari tiga kepala daerah di jawa Timur yang akuntabilitas kinerjanya dinilai baik oleh kementerian.

Asman mengatakan, dengan mengadopsi inovasi yang sudah berjalan sukses di sebuah daerah, akan sangat efisien dan menguntungkan daerah lain. Sebab tidak perlu lagi coba-coba program baru. Semua sistem tinggal diadopsi dan disesuaikan dengan karakteristik daerah yang akan mengadopsi.

”Sesuai amanat Presiden Jokowi, kita harus cepat bergerak dan bisa dirasakan rakyat secara langsung. Tidak perlu program muluk, tapi tidak jalan. Yang sederhana tapi tepat sasaran harus dijalankan. Saya juga mengapresiasi tadi Banyuwangi paparkan bagaimana pelayanan di desa sudah semakin baik. Sederhana tapi jalan, itu yang penting,” tegas Asman.

Asman menambahkan, dia diamanati Presiden Jokowi menjadi Menteri PAN-RB dengan sejumlah pesan khusus. Terkait kementeriannya, yang ditekankan adalah bagaimana pelayanan publik bisa berjalan optimal dengan bantuan teknologi informasi.

”Saya akan keliling, dan saya janji akan fasilitasi daerah yang ingin maju dan kerja. Tinggal kontak, saya akan langsung kirim tim untuk bantu perbaikan pelayanan,” ucapnya.

Di tempat sama, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan siap membagi sistem dan prosedur sejumlah inovasi di daerahnya agar bisa diadopsi daerah lain. Salah satunya Program Lahir Procot Pulang Bawa Akta, yang merupakan bagian dari Program Smart Kampung.

Hingga 2015, kata Anas, lebih dari 60 ribu bayi di Banyuwangi mendapatkan akta kelahiran secara cepat. Jika semua syarat pembuatan akte, seperti KTP, KK, dan nama bayi. Begitu bayi lahir, akta kelahiran langsung terbit dan diantarkan ke rumah atau Puskesmas oleh tim yang bersinergi dengan PT Pos Indonesia.

”Kebetulan sudah ada beberapa kabupaten/kota yang berkunjung ke Banyuwangi. Dan kita menjalin kerja sama untuk saling tukar inovasi, ini hemat. Karena tidak perlu uji coba. Di Banyuwangi kan sudah trial and error, sudah tahu mana celahnya dan sudah diperbaiki dari sistem dan mekanisme itu. Daerah lain bisa langsung mengadopsi. Begitu juga saat kami belajar inovasi ke daerah lain, kami tinggal mengadopsi. Ini saling menguntungkan dan terutama yang paling diuntungkan adalah warga,” papar Anas.

Anas mengatakan, kunci inovasi pelayanan publik adalah pada kekuatan kerja sama di lingkungan pemerintah daerah. ”Kepala daerah tidak bisa one man show. Makanya tadi saat presentasi saya perkenalkan semua staf saya yang hadir karena mereka-lah yang bekerja,” ujar mantan anggota DPR/MPR ini.

Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) Banyuwangi sendiri, pada 2015 mendapat predikat B dengan nilai 65,41 alias yang tertinggi di antara kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur berdasarkan penilaian Kementerian PAN RB.

”Tahun ini saya targetkan dapat A atau minimal 80. Sudah kami perbaiki kekurangan-kekurangan pelayanan yang ada,” pungkas Anas yang juga Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur ini.
 
 
 
 
 

(FF/MA)
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA