1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

‎Aksi Sri Mulyani, Luhut dan Azwar Anas naik trail ke puncak Ijen

"Jalannya curam. Tetapi ini perjalanan yang menantang," kata Sri Mulyani.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (SMI). ©2018 Merdeka.com Editor : Endang Saputra | Jum'at, 02 Maret 2018 11:05

Merdeka.com, Banyuwangi - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (SMI) bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) Luhut Binsar Pandjaitan dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo kompak naik ke puncak Ijen didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat dini hari (2/3).

Mereka naik di tengah kegelapan, dibonceng menggunakan motor trail yang disediakan pengelola. Di sebagian perjalanan mereka juga memanfaatkan 'taksi dorong', yakni gerobak penambang belerang yang juga biasa digunakan membawa penumpang ke Puncak Ijen dengan tarif Rp 800 ribu sekali pulang-pergi.

Sri Mulyani terdengar bercakap-cakap dengan pendorong 'taksi' yang dinaikinya, mengenai pendapatan mereka sehari-hari, antara menambang belerang dengan membawa wisatawan ke puncak. Saat subuh tiba mereka turun ke Kawah Ijen meski tidak sampai melihat 'blue fire' dari dekat.

"Jalannya curam. Tetapi ini perjalanan yang menantang," kata Sri Mulyani dalam sebuah kesempatan.

Kedatangan rombongan pejabat tinggi negara ke Ijen untuk survei dan promosi potensi wisata alam di sana, pada tamu peserta annual meeting IMF di Nusa Dua, Bali, Oktober mendatang.

Delegasi kementerian keuangan dan bank sentra banyak negara, sebanyak 18.000 orang akan datang dan tinggal selama 1 minggu atau lebih di Indonesia. Selain Bali sendiri dan Lombok, Banyuwangi akan didatangi sebagian dari para peserta pertemuan tahunan itu. Daerah di ujung timur Pulau Jawa ini menawarkan Pantai Pulau Merah, Pantai GWD, Pantai Bangsring dan Gunung Ijen sebagai tempat plesir tamu-tamu negara tersebut.

Luhut Pandjaita sendiri mengatakan jalur pendakian akan dibangun untuk memudahkan para tamu menuju puncak. Selokan jalur pendakian akan dibangun agar air hujan tidak menggerus tanah di permukaan miring itu. Selain itu dibuat juga pagar tanaman hidup di tepi jalan setapak untuk mengamankan pendaki dari risiko jatuh ke jurang.

"Ada kawah Ijen dan Kawah Wurung. Semalam kita naik, tidak kelihatan pemandangannya,
sekarang menurut saya luar biasa (indah). Kita tata tetap dengan memperhatikan lingkungan, nggak ada yang nggak bisa diatur kalau (dilakukan) dengan benar," katanya.

(ES) Laporan: Ahmad Suudi
  1. Pariwisata
  2. Abdullah Azwar Anas
  3. Bandara Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA