1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Begini pertimbangan INKA bangun pabrik kereta Rp 1,6 triliun di Banyuwangi

"Permintaan kereta api buatan dalam negeri kian meningkat, sedangkan pabrik kereta di Madiun sudah sempit lahannya," kata Rini.

Menteri BUMN Rini Soemarno di Banyuwangi. ©2018 Merdeka.com Reporter : Mohammad Taufik | Senin, 02 Juli 2018 10:51

Merdeka.com, Banyuwangi - Dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Banyuwangi, Menteri BUMN Rini Soemarno mendatangi lokasi yang akan dibangun proyek pembangunan workshop/pabrik kereta milik PT INKA, di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Minggu (1/7). Investasi pabrik kereta kedua PT INKA ini senilai Rp 1,6 triliun.

"Permintaan kereta api buatan dalam negeri kian meningkat, sedangkan pabrik kereta di Madiun sudah sempit lahannya. Karena itu, butuh pabrik baru, dan kami tetapkan di Banyuwangi," kata Rini.

Menurut Rini, saat ini banyak negara yang membeli kereta api buatan RI. Indonesia telah menandatangani kontrak kerja sama pembelian kereta api bersama Filipina. "PT INKA telah ekspor di berbagai negara, selain Filipina juga Bangladesh, Malaysia, Singapura, Australia. Saat ini juga tengah negoisasi dengan Thailand," kata Rini.

‚ÄéRini berharap dengan dibangunnya pabrik kereta api kedua ini, PT INKA bisa memenuhi permintaan dan mendominasi di pasar Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika.

Pabrik kereta api ini dibangun di lahan seluas 84 hektare, menggunakan lahan milik PTPN XII. Pembangunan pabrik ini dilakukan dalam dua tahap. Proses pembangunan tahap 1 direncanakan mulai pada akhir 2018, dan dapat mulai beroperasi pada awal 2020. Total investasi dari pembangunan proyek ini tercatat mencapai Rp 1,6 Triliun.

Menurut Rini, lokasi pabrik ini sangat strategis. Dekat dengan pelabuhan barang Tanjung Wangi yang dikelola PT Pelindo III, yang nantinya akan sangat mendukung perusahaan dalam proses pengiriman produk jadi melalui laut, baik untuk ekspor maupun untuk kebutuhan dalam negeri di luar pulau Jawa. Didukung pula jalur kereta apidi sekitar pabrik.

"Selain itu, juga berada dalam jalur jalan tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) yang dijadwalkan selesai pada akhir 2019 mendatang. Pintu keluar tol masuk di lahan pabrik," kata Rini.

Rini berharap psmbangunan pabrik di Banyuwangi juga akan berdampak pada kebutuhan tenaga kerja yang bisa dipenuhi dari sekolah vokasi yang ada di Banyuwangi. "Di dekat sini kan ada SMK, INKA bisa bersinergi dengan mereka untuk pemenuhan tenaga kerjanya," kata Rini.

Direktur Keuangan dan SDM PT INKA, Mohamad Nur Sodiq PT INKA (Persero) yang turut dalam rombongan menjelaskan, pihaknya tengah menyelesaikan proses perizinan dan rancang bangun pabrik modern yang akan digunakan untuk memproduksi sarana kereta api berbasis alumunium dan stainless steel ini.

"Pengurusan pelepasan aset dalam progress. Di BPN, lagi diurus, switch dari Hak Guna Usaha (HGU) ke Hak Guna Bangunan (HGB). Kami juga urus-urus perizinan di pemkab. Pemkab Banyuwangi sangat support kami dalam masalah perijinan ini," kata Sodiq di hadapan Rini.

Pararel dengan proses di atas, INKA saat ini tengah menuntaskan studi kelayakan dan amdal. "Kami rencanakan 26 Agustus groundbreaking. Awal Desember 2018 akan dimulai pekerjaan pembangunan pabrik," kata Sodiq.

Sodiq menjelaskan pabrik kereta di Banyuwangi diproyeksikan memiliki 4 line, yang mana kapasitasnya 1 car/day/line. Jadi, kalau pembangunan sudah selesai semua, lanjut dia, sehari bisa produksi 5-6 kereta perhari.

"Pabrik ini juga akan dilengkapi test track sepanjang 3 kilometer. Ini sangat cukup untuk pengujian semua jenis kereta yang kita buat," ujar Sodiq memungkasi.

(MT/MT) Laporan: Ahmad Suudi
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA