1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Bersama TNI AL, Banyuwangi kembangkan Kampung Sidat

"Sidat ini merupakan jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi yang bisa memberikan kesejahteraan bagi warga".

Danlatamal V Laksamana Pertama TNI Edwin. ©2018 Merdeka.com Reporter : Endang Saputra | Rabu, 25 Juli 2018 15:24

Merdeka.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkolaborasi dengan TNI AL mengembangkan kampung sidat di Dusun Jopuran, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah. Kampung Sidat 'Sidawangi' tersebut diresmikan Komandan Pangakalan Utama TNI AL (Danlatamal) V Laksamana Pertama TNI Edwin SH bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang ditandai dengan tebar benih Sidat, Rabu (25/8).

Danlatamal Edwin mengatakan, kerja sama ini sebagai bagian mensukseskan program kemaritiman nasional. Ini juga ikhtiar menunaikan amanat UUD 1945 untuk ikut mencerdaskan dan mensejahterakan rakyat.

"Sidat merupakan salah satu potensi maritim yang potensial untuk dikembangkan. Sidat ini merupakan jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi yang bisa memberikan kesejahteraan bagi warga. Kandungan gizinya juga lebih banyak dibandingkan ikan Salmon yang sudah lebih dikenal, sangat baik dikonsumsi untuk perkembangan otak anak," kata Danlatamal.

Danlatamal melanjutkan, pengembangan Kampung Sidat di Banyuwangi ini yang pertama dijalankan oleh TNI AL. Banyuwangi dipilih karena memiliki potensi alam yang sangat mendukung. Banyuwangi punya sumber mata air yang berlimpah, yang cocok untuk tempat budidaya Sidat.

"Ikan Sidat ini hanya mau hidup di air yang bersih dan Banyuwangi memenuhi persyaratan ini. Sidat ini ikan yang hidup di air tawar tapi kalau melakukan pembiakan di Laut. Jadi semua ekosistemnya harus dijaga baik yang didarat maupun yang dilaut. Makanya budidaya Sidat sangat baik untuk lingkungan," ujar Danlatamal.

Kampung sidat ini berada di tengah areal persawahan Dusun Jopuran dan dikemas menjadi sebuah obyek wisata alam. Di kawasan tersebut, terdapat kolam-kolam sidat dengan air yang jernih. Maklum saja, airnya mengalir dari hulu pegunungan Ijen.

Selain itu, di antara kolam tersebut terdapat pemandian alam hasil membendung aliran sungai. Di sekitar pemandian, penduduk juga bisa menikmati kuliner khas dusun setempat. Warung-warung di sekitar kampung yang didirikan warga ini menawarkan menu antara lain pepes sidat, abon daun singkong, dan pecel pitik.

Sementara itu, Bupati Anas menyambut baik program kolaboratif pengembangan Kampung Sidat ini. Program ini, adalah bagian gerakan 10.000 ribu kolam yang digagas Banywuangi untuk meningkatkan produksi perikanan darat.

"Syukur, saat ini budidaya sidat di Banyuwangi sudah mulai banyak dikembangkan oleh warga lokal. Kalau dulu kan hanya korporasi yang mengembangkan. Dengan mulai dikembangkan lebih masif, harapannya semoga kesejahteraan warga juga meningkat karena nilai jualnya yang tinggi dibanding ikan tawar lain," jelas dia.

Anas optimis budidaya sidat di Banyuwangi akan semakin berkembang. Karena, lanjut dia, Kemenko Maritim pernah merilis kualitas air baku di Banyuwangi cocok untuk budidaya perikanan, termasuk sidat. Dari hasil penelitian per 25 miligram sampel terdapat 550 ribu koloni bakteri. Adapun di Banyuwangi dengan sampel yang sama, hanya mengandung 10 ribu koloni bakteri.

"Sangat sehat untuk pengembangan Sidat. Saya akan meminta Dinas Perikana dan Kelautan untuk mulai menggalakkan kolam sidat kelompok pembudidaya melihat manfaatnya yang besar ini. Contohnya pondok pesantren yang sebagian besar memelihara lele, perlahan akan kami ajari budidaya sidat," ungkapnya.

Sebelum meresmikan acara ini, Danlantamal Edwin bersama Bupati Anas menghadiri tradisi ithuk-ithukan di dusun setempat. Edwin dipakaikan penutup kepala khas Banyuwangi, udeng, sebagai tanda warga kehormatan Banyuwangi.

(ES/ES)
  1. Abdullah Azwar Anas
  2. Perikanan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA