1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Festival Pentas Seni, panggung kreativitas seniman cilik Banyuwangi

Banyuwangi memiliki beragam kesenian yang berasal dari Osing, Madura dan Jawa Mataraman.

Tari Cakup dari siswa SDN 1 Lemahbang Dewo. ©2017 Merdeka.com Reporter : Farah Fuadona | Rabu, 22 Februari 2017 00:11

Terinspirasi dari kegiatan seniman di Spanyol, pemerintah Banyuwangi menghadirkan festival yang didedikasikan bagi pelajar SD hingga SMP di Banyuwangi, Jawa Timur, dalam kegiatan Aksi Potensi Seni yang diselenggarakan setiap malam di Halaman Rumah kreatif.

Setiap malam minimal dua seniman cilik akan tampil di panggung untuk membawakan kesenian lokal khas masing-masing daerah. "Banyuwangi ini luas wilayahnya membentang dari utara hingga selatan dengan keanekaragaman budaya masyarakat dari Suku Osing, Madura hingga Jawa Mataraman," ujar Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, MY Bramuda kepada Merdeka Banyuwangi, Selasa (21/2) malam.

Keberagaman budaya yang hadir di Banyuwangi, melahirkan gaya kesenian di lingkungan masyarakat. Tak heran jika banyak sekolah yang memilih kesenian menjadi ekstrakulikuler di sini.

Salah satunya dari SDN 1 Lemahbang Dewo yang mengirimkan tujuh siswanya untuk menampilkan tarian Cakup, yang menceritakan tentang budaya bersih-bersih desa. "Sebelum tampil di sini, saya pernah mengisi acara untuk porseni di sekolah," kata Seril (9) usai tampil di panggung Aksi Potensi Seni.

Gadis cilik yang sudah aktif menari sejak usia 6 tahun ini, mengaku senang telah diberikan ruangan berkreatif di ruang terbuka yang disaksikan puluhan pasang mata. "Deg-degan tidak, tapi senang," ujar siswa kelas 4 SD ini.

Orangtua Seril, Mulyadi Setiawan (44) mengaku bangga bisa melihat anaknya menari disaksikan puluhan orang. "Ini awal mula yang bagus bagi anak. Mereka diberikan ruang berkesenian sehingga bangga dengan budayanya," kata pria yang akrab disapa Mul.

Apalagi Mul merupakan suku Osing yang tinggal di daerah Rogo Jampi. Secara umum orang Osing masih menjunjung tinggi budaya mereka. Ini bisa dilihat dari penggunaan bahasa yang masih kental dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Menghadirkan pentas seni bagi siswa sekolah ini menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bukan tanpa sebab, ia sengaja menghadirkan Festival Pentas Seni Budaya sepanjang tahun. Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dalam membangun pendidikan. "Kita selalu menyebutkan anak muda sebagai penerus bangsa, namun bisa dihitung hanya berapa persen yang benar-benar memberikan wadah bagi mereka untuk tampil sebagai bekal di masa mendatang," ujarnya.

(FF/FF)
  1. Pendidikan
  2. Festival Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA