1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Ibu-ibu di Banyuwangi akan didorong kembangkan potensi ekonomi kreatif

Anas pun mencontohkan fenomena jutawan baru di Jakarta mereka adalah ibu rumah tangga, mereka dengan kreatif menjual makanan secara online.

Peringatan Hari Ibu yang ke-89 di Kabupaten Banyuwangi. ©2016 Merdeka.com Reporter : Farah Fuadona | Rabu, 20 Desember 2017 17:10

Merdeka.com, Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengajak perempuan untuk mengembangkan potensi kemampuannya. Memanfaatkan teknologi, para ibu diajak membuka peluang ekonomi dengan kreatif.

Hal itu dilontarkan Bupati Anas saat peringatan Hari Ibu yang ke-89 yang digelar Gerakan Organisasi Wanita (GOW) di Gedung Wanita. Menurut Anas seiring dengan perkembangan teknologi, kini setiap orang bisa mengembangkan potensinya, salah satunya kemampuan memasak yang umum dimiliki ibu-ibu.

"Sekarang telah ada layanan digital antar makanan. Tidak perlu punya restoran ataupun kedai, cukup diolah di rumah asal enak akan banyak yang pesan," kata Anas, Rabu (20/12).

Anas pun mencontohkan fenomena jutawan baru di Jakarta mereka adalah ibu rumah tangga. Mereka dengan kreatif menjual makanan secara online, meski tidak punya warung ataupun toko. “Selain makanan, mungkin ibu-ibu yang memiliki rumah di pinggir sawah juga bisa disewakan. Kreatif semacam ini sangat perlu bagi ibu-ibu, untuk mendapatkan pendapatan yang lebih,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anas juga meminta agar organisasi wanita bisa bersinergi dengan pemerintah. Misalnya para perempuan dipersilakan mengajukan ke pemkab butuh pelatihan apa yang bisa dibantu pemkab.

“Kami berikan ruang selebar-lebarnya dalam setiap kegiatan baik di desa maupun pemerintahan yang melibatkan peran ibu. Misalnya kalau ada pelatihan markerting ibu-ibu bisa dilibatkan. Begitu juga saat ada pelatihan-pelatihan di desa-desa. Karena peran mereka ini ke depan sangat penting. Daerah yang hebat, pasti di belakangnya ada ibu-ibu yang hebat,” katanya.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Banyuwangi, Minuk Yusuf Widiyatmoko menyatakan siap berkolaborasi dengan pemkab untuk memberdayakan perempuan. Selama ini, kata Minuk pihaknya juga telah membekali ibu-ibu dengan berbagai macam pelatihan, seperti pelatihan pembuatan tudung saji, pemanfaatan perkarangan, smoke hingga pelatihan pembuatan makanan olahan. “Dengan bekal ini, kami antuaias untuk segera mencoba memperluas pasar produk hasil pelatihan,” kata Minuk.

GOW sendiri, kata minuk adalah gabungan 26 organisasi wanita di antaranya Bayangkari, Persit, Dharmayukti, Adyaksa, Kaukus Perempuan, Ikatan Wanita Pengusaha (IWAPI), Himpunan Perias, Wanita Kristen Indonesia, Perwosi.

(FF/FF)
  1. Info Banyuwangi
  2. Industri kreatif
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA