1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Kinerja pemberian imunisasi Polio Banyuwangi Terbaik di Jawa Timur

Banyuwangi mendapatkan poin besar karena pemerintah dan masyarakatnya dianggap kompak mensukseskan program PIN yang digelar beberapa waktu lalu.

Bupati Anas saat memberi imunisasi pada bayi. ©2016 Merdeka.com Editor : Farah Fuadona | Jum'at, 09 September 2016 13:35

Merdeka.com, Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi berhasil menjadi daerah dengan kinerja pemberian imunisasi polio terbaik di Jawa Timur. Cakupan pemberian imunisasi polio saat pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) beberapa waktu lalu di Banyuwangi mencapai 98,87 persen dari total sasaran.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono menjelaskan, berkat kinerja itu, Pemprov Jatim memberikan penghargaan kepada Pemkab Banyuwangi. Banyuwangi meraih nilai tertinggi pada semua aspek penilaian, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring evaluasi (monev) hingga pelaporan kegiatannya.

Tahap persiapan meliputi pembuatan rencana kerja puskesmas, pendataan sasaran dan sosialisasi kegiatan PIN polio. Di Banyuwangi sendiri, pendataan sasaran dilakukan secara cermat by name by address sehingga dipastikan tidak ada sasaran yang tertinggal.

Sosialisasi pun dilakukan secara masif. Antara lain melalui siaran radio, pemberitaan di media cetak maupun online, melalui website dan akun media sosial resmi milik pemkab Banyuwangi. "Di tingkat puskesmas pun, petugas kesehatan langsung terjun ke masyarakat sembari siaran mobil keliling. Ternyata langkah-langkah seperti ini dinilai bagus oleh tim dari provinsi,” ujar dia.

Pada tahap pelaksanaan, Banyuwangi mendapatkan poin besar karena pemerintah dan masyarakatnya dianggap kompak mensukseskan program PIN ini. "Pemkab Banyuwangi dianggap mendukung penuh, salah satu indikatornya launching PIN Polio ini bagus dan digelar meriah. Agar semua pihak mempunyai kesadaran tentang pentingnya imunisasi," ujar dokter yang akrab disapa Rio.

PIN Polio 2016
© 2016 merdeka.com/Humas Pemkab Banyuwangi

Tak hanya itu, tim penilai yang saat itu hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Dani Azwar Anas meninjau sejumlah pos PIN Polio  dibuat kagum dengan semangat dan keguyuban masyarakat di sana. “Setelah ikut keliling, mereka bilang kalau pelaksanaan di Banyuwangi bagus, katanya masyarakat kita sangat guyub,” kata Rio menirukan ucapan Dani.

Pada tahap monev, Dinkes pun melakukan pendampingan intensif selama pelaksanaan PIN. Pendampingan dilakukan 5 tim pendamping kabupaten yang turun langsung ke 45 puskesmas.

Dinkes juga melakukan sweeping terhadap sasaran vaksin yang saat itu belum hadir ke pos-pos PIN untuk mengetahui penyebab ketidakhadirannya. Hasil sweeping yang dilakukan intensif, cakupan PIN Polio yang dilakukan pada 8-15 Maret 2016 lalu sebesar 98,87 persen. Atau sebesar 119.692 anak dari target sasaran yang 121.062 balita.

“Kebanyakan mereka yang tidak ikut, ternyata sudah pindah ke daerah lain dan belum melakukan pemberitahuan," ujar Rio.

Selain itu, Dinkes juga sweeping KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi). “Tim langsung turun saat ditemukan kasus KIPI terhadap balita pasca imunisasi. Penanganan pun beragam tergantung kasusnya, mulai dari pemberian obat penurun panas hingga merujuknya ke rumah sakit,” kata dia.
 
 

(FF)
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA