1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Komisi IX DPR penasaran rahasia Banyuwangi bisa maju pesat

Sampai 2015, investasi yang masuk di Banyuwangi mencapai Rp 11 triliun.

©2016 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Sabtu, 17 Desember 2016 15:55

Merdeka.com, Banyuwangi - Rombongan Komisi IX DPR mengaku penasaran dengan strategi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam meningkatkan kualitas Sumberdaya Manusia (SDM). Komisi yang membidangi Kesehatan, Ketenagakerjaan, Kependudukan Serta Pengawasan Obat dan Makanan ini juga ingin tahu secara langsung, bagaimana upaya pembangunan Banyuwangi melalui berbagai inovasinya.

"Yang membuat kami penasaran adalah program khusus peningkatan kualitas SDM, yaitu Harga Pas (Harapan Keluarga Peduli Anak Sejak Dini) dan Anak Tokcer (Anak Tumbuh Optimal, Berkualitas dan Cerdas). Kami ingin melihat lebih dalam kedua program tersebut,” ujar Anggota Komisi IX Syamsul, di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Jumat (16/12).

Saat ini di komisi IX, kata Syamsul sedang dalam Masa Reses Persidangan II Tahun Sidang 2016-2017. Pihaknya, akan melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi selama dua hari. Dia melanjutkan, bidang kesehatan di Banyuwangi bisa mendapatkan penghargaan nasional karena bisa berdampak langsung ke masyarakat.

“Bidang kesehatan Banyuwangi perkembangannya cukup bagus. Tak sedikit inovasinya telah berhasil mendapatkan penghargaan di tingkat nasional karena mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat," jelasnya.

Beberapa program kesehatan di Banyuwangi seperti Harga Pas  dan Anak Tokcer misalnya, merupakan upaya Pemkab Banyuwangi untuk mewujudkan generasi penerus yang sehat, berkualitas dan unggul. Melalui pemberian gizi yang tepat sejak dini.

Selain itu, ada juga program Pergunakan Jamban Sehat, Rakyat Aman (Pujasera), sebagai upaya agar masyarakat Banyuwangi merubah perilaku tidak sehat seperti Buang Air Besar sembarangan. Program Pujasera, telah berhasil meraih penghargaan Top 35 inovasi layanan publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

Sejak diluncurkan tahun 2014, saat ini kepemilikan jamban juga sudah menjadi 5.025 keluarga atau meningkat 386 persen dari sebelumnya yang hanya 1.034 warga.

Selain itu, Syamsul juga mengapresiasi progres pembangunan di Banyuwangi cukup pesat. "Banyuwangi ini termasuk daerah yang kemajuannya sangat pesat. Perekonomiannya tumbuh dan investasinya terus meningkat. Ini membuat penyerapan tenaga kerja di sini semakin besar. Dampaknya, jumlah buruh migran dari Banyuwangi semakin menurun. Ini juga yang ingin kami gali," ujar Syamsul.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan bagaimana upaya Pemda meningkatkan pembangunan di Banyuwangi. Salah satu caranya, kata Anas, melalui pengembangan pariwisata berbasis ekoturism, yang mengenalkan potensi wisata alam Banyuwangi.

“Kami tidak ingin meniru daerah lain dalam mengembangkan pariwisatanya. Kami memiliki gunung, pantai, perkebunan, hutan dan persawahan yang sangat indah. Inilah yang kami pilih untuk dikembangkan. Alhamdulillah hasilnya sudah kami rasakan bersama rakyat,” jelas Anas.

Salah satu caranya, yakni dengan membuat beragam event dalam Banyuwangi Festival. Tahun 2016 ini, ada 53 event yang digelar sebagai cara mengenjot kunjungan wisatawan.

Hasilnya, sampai 2015, investasi yang masuk di Banyuwangi mencapai Rp 11 triliun, Jika dibandingkan dengan 2010 yang investasinya baru Rp 272 miliar, investasi di Banyuwangi melonjak drastis hampir 1.100%.

Kunjungan turis juga terus meningkat. Pada 2015, jumlah turis lokal mencapai 1.926.179 orang, tumbuh 31 persen dibanding 2014 yang sebesar 1.464.948 orang. Adapun turis asing pada 2015 mencapai 46.214 orang, naik 51 persen dari 2014 yang sebanyak 30.681 orang.

Jumlah penduduk miskin menurun drastis dari tahun ke tahun. Dari 20,09 persen di tahun 2010, menjadi hanya 9,29 persen di tahun 2014.

“Mungkin alasan inilah yang membuat warga kami tidak lagi berminat bekerja sebagai TKI di luar negeri, karena di Banyuwangi saja peluang usaha sudah terbuka luas bagi mereka,” ujar Anas.

(MH/MUA)
  1. Pemerintahan
  2. Kunker DPR
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA