1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Meriahnya Makarya Tani, ajarkan bertani kepada anak-anak

"Semoga pertanian di Banyuwangi bisa tetap mencukupi kebutuhan pangan lokal sampai nasional," kata Yusuf.

Makarya Tani. ©2017 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Kamis, 27 Juli 2017 16:59

Merdeka.com, Banyuwangi - Masyarakat petani Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, bergotong-royong menyelenggarakan Makarya Tani. Beragam prosesi cocok tanam padi seperti membajak hingga proses tanam, diajarkan kepada anak-anak sekolah mulai TK sampai SD.

Makarya Tani berlangsung mulai 26-27 Juli, ada lomba tangkap bebek di sawah, ikan lele hingga pagelaran seni budaya. Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko yang berkunjung ke lokasi, mengapresiasi semangat regenerasi bertani warga Banyuwangi.

"Semoga pertanian di Banyuwangi bisa tetap mencukupi kebutuhan pangan lokal sampai nasional. Padi kita per tahun sudah sampai 800 ribu ton, tiga kali tanam," ujar Yusuf saat memberi sambutan kepada petani, Kamis (27/7).

Yusuf kemudian melanjutkan praktik bercocok tanam padi bersama lintas generasi, petani dan anak-anak.
Sementara itu, Budi Santoso salah satu panitia Makarya Tani mengatakan, kegiatan ini dikerjakan oleh warga Songgon untuk memberi semangat bertani. Terutama kepada generasi muda.

"Harapannya masyarakat dan generasi muda lebih mencintai pertanian, terutama pertanian yang ramah lingkungan dengan sistem organik," kata Budi.

Makarya Tani digelar di areal persawahan seluas 200 hektare. Sementara di Desa Sragi sendiri sudah ada 5-7 hektare pertanian yang sudah organik.

"Petani padi ingin kembali ke budaya jaman dulu yang mengedepankan kearifan lokal. Menjadikan Desa Sragi punya pertanian ramah lingkungan," katanya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan menjelaskan, di Banyuwangi saat ini sudah ada 7 kecamatan yang sudah mengembangkan pertanian organik.

"Sudah ada 7 kecamatan seperti Glenmore, Singojuruh, Songgon, Licin, Kalibaru, Rogojampi. Rata-rata sudah 40-50 hektare per kecamatan," ujarnya.

Arief sendiri, juga mengapresiasi kegiatan Makarya Tani. Terutama semangat mengenalkan cara bertani kepada Anak-anak di desanya.

"Menjadi bagian mengangkat potensi desa. Kolaborasi antara masyarakat petani, kecamatan dan desa. Di dalamnya juga ada tradisi menanam yang ingin dilestarikan," tutur Arief.

(MT/MUA)
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA