1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Penghafal Alquran di Banyuwangi bisa dapat beasiswa sekolah pilot

Akan ada seleksi. Yang memenuhi syarat akan mendapat beasiswa.

©2016 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Kamis, 24 November 2016 12:11

Merdeka.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dan sekolah pilot Mandiri Utama Flight Academy (MUFA) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk kerjasama pemberian beasiswa pendidikan pilot. Khususnya bagi siswa yatim berprestasi yang hafal Al-Quran.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Direktur Utama MUFA, Dhany Rachman Adiwijaya, melakukan penandatanganan MoU di sela pelaksanaan wisuda angkatan kedua 2016 MUFA di Banyuwangi.

"Profesi ini sangat menjanjikan apalagi saat ini Indonesia sedang kekurangan pilot. Setidaknya Indonesia membutuhkan sekitar 800 pilot per tahun, sementara kawasan Asia kebutuhannya mencapai sekitar 185 ribu pilot hingga 2031,” ujar Bupati Anas, Rabu (23/11).

Anas mengatakan, beasiswa ini merupakan upaya Pemkab Banyuwangi untuk memberi kesempatan kepada anak muda yang ingin berprofesi sebagai pilot. Selain yang hafal Alquran, pihaknya juga akan memberi perhatian khusus bagi anak yatim yang berprestasi dan terkendala biaya.

“Tentunya ini akan sangat membantu mereka. Ini juga wujud komitmen Pemkab untuk memberi kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat terutama mereka yang berprestasi namun terkendala biaya,” ujar Anas.  

Sementara itu Dirut MUFA Dhany Rachman Adiwijaya mengatakan, akan menanggung seluruh biaya selama menempuh pendidikan pilot. Mulai biaya hidup, biaya pendidikan sampai lulus.

"Jadi sekolah pilot tidak hanya bisa diakses anak orang kaya, anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama, asal berprestasi dan memenuhi seluruh persyaratan,” jelas Dhany yang juga kepala sekolah MUFA ini.

Beasiswa pilot, kata Dhany terbuka bagi generasi muda dengan rentang usia 18-25 tahun dengan pendidikan minimal SLTA, tidak dalam kondisi buta warna, berbahasa inggris aktif dengan TOEIC 600.

“Secara teknis, seleksi awal akan dilakukan di Banyuwangi oleh pihak Pemda, meliputi seleksi administrasi dan hafalan Al-Qur’an. Selanjutnya, tiga pemegang nilai teratas akan dilaporkan ke pada kami untuk mengikuti seleksi lanjutan di Jakarta,” terang Dhany.

Selain MUFA, di Banyuwangi terdapat dua sekolah penerbangan lain, yakni Bali International Flight Academy (BIFA) dan Loka Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi (LP3B).

Bila ditotal, dari tiga sekolah tersebut, telah mencetak 534 pilot yang meramaikan dunia dirgantara Indonesia. MUFA sendiri merupakan sekolah penerbangan swasta yang berada di bawah naungan PT Surya Aviasi Internasional. Sekolah pilot ini didirikan tahun 2013 dengan homebase Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.

(MH/MUA)
  1. Beasiswa
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA