1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Tahun depan, international tour de Banyuwangi Ijen layak naik ke level tertinggi

"ITdBI sebenarnya sudah lama layak untuk dinaikkan ke level tertinggi jadi two poin one. Itu level yang tertinggi dari UCI".

ITdBI. ©2018 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Selasa, 25 September 2018 12:34

Merdeka.com, Banyuwangi - Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) Benny Subagio menilai ajang International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) yang rutin digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sudah layak naik level dari 2.2 menjadi 2.1.

Pihaknya optimis ajang ItdBI pada tahun selanjutnya, bisa naik ke level 2.1yang menjadi standar tertinggi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional atau UCI.

"ITdBI sebenarnya sudah lama layak untuk dinaikkan ke level tertinggi jadi two poin one. Itu level yang tertinggi dari UCI. Indonesia ada baru satu, Tour de Indonesia kemarin," ujar Benny, usai acara pembukaan yang berlangsung di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi, Senin malam (24/9).

Banyuwangi kata Benny, sudah memiliki standar kelayakan dari segi fasilitas dan jumlah peserta yang mengikuti setiap tahunnya. Pemkab Banyuwangi setiap tahun rutin menggelar ajang ITdBI sejak tahun 2011.

"Kami lihat dari fasilitas yang ada terutama dari akomodasi hotel, itu memenuhi persyaratan, jadi bisa ditingkatkan. Kami harapkan ini bisa. Fasilitasnya sudah, peserta sudah, hotel sudah berbintang tiga, empat. Termasuk jalannya sudah layak, kemarin salah satu finish Tour de Indonesia juga di Banyuwangi," kata dia.

Selain kesiapan fasilitas, standar lain dari UCI untuk naik level menjadi 2.1 yang sudah dimiliki Banyuwangi antara lain peserta yang ikut saat in sudah lebih dari 20 negara. Tahun ini, ajang ItdBI diikuti 25 negara yang akan berlangsung mulai tanggal 26-29 September.

"Banyuwangi sudah empat etape, untuk jadi 2.1 minimal ada enam etape. Dan peserta yang ikut dari kategori yang betul betul pro kontinental," kata dia.

Kali ini di ITdBI di Banyuwangi berlangsung empat hari dengan empat etape, total lintasan meningkat dari 533 pada tahun 2017 menjadi 599 pada tahun ini. Bagi Banyuwangi bila siap ditingkatkan ke level 2.1 maka keuntungan yang bisa didapat kata Benny, akan mudah mengikuti kegiatan standart internasional. Namun untuk menggelar ItdBI ke level 2.1 harus mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

"Manfaatnya, kalau kita diundang kegiatan internasional bisa mudah mengikutinya. Kegiatan ini perlu adanya support dari kementrian. Tapi kemenpora, kemenpar sudah oke juga," akunya.

Sementara itu, Event Director UCI untuk ItdBI , Jamaluddin Mahmood menambahkan, untuk naik ke level dari 2.2 menjadi 2.1 memang membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Sebab biaya operasional untuk menggelar ajang ItdBI dengan level 2.1 bisa naik hingga empat kali lipat dibandingkan level 2.2.

"Cuma kita harus ingat bahwa, kalau naik 2.1 biayanya bisa naik 4 kali lipat. Mohon dukungan DPRD, pemerintah, kami yakin mampu Banyuwangi bisa 2.1," kata Jamaluddin.

Meningkatnya biaya operasional, kata Jamaluddin karena peserta yang datang dari kalangan pro kontinental. Satu tim pro membutuhkan subsidi biaya hingga 30 ribu dolar. Sementara dari sarana fasilitas, Banyuwangi sudah memunuhi persyaratan.

"Hotel dan lain sebagainya sudah tidak masalah. Kalau bawa tim pro ke Banyuwangi, biayanya besar, satu tim bisa sampai 30 ribu dolar. Kalau ada banyak tim, biaya untuk subsidinya besar," ujarnya.

Berbeda dengan level 2.2 yang tidak membutuhkan biaya besar, masing tim hanya perlu mendapatkan fasilitas menginap hotel, makan minum dan fasilitas transportasi di tiap etape ItdBI.

"30 ribu dolar itu belum termasuk tiket pesawatnya, jadi biayanya besar," terangnya.

Indonesia, lanjutnya, sudah memiliki even berlevel 2.1 yakni International Tour de Banyuwangi Ijen. Sementara di tingkat Asia, sudah ada di beberapa negara seperti Cina, Korea dan Thailand.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dalam sambungan face time menyampaikan, ada rencana sinergi untuk mempersiapkan ItdBI dari level 2.2 ke 2.1. Pihaknya berencana menggandeng pemerintah Kabupaten Jembrana dan Buleleng, Provinsi Bali untuk menjadi bagian perlintasan ItdBi.

"Akan kami siapkan start dari Jembrana dan Buleleng, bekerjasama dengan pemerintah daerah di sana," katanya.

 

(ES/MUA)
  1. Pariwisata
  2. Olahraga
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA