1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

2 Inovasi pelayanan publik Banyuwangi dapat penghargaan terbaik se Jawa Timur

“Inovasi adalah nafas bagi pemerintah daerah, karena hanya dengan itulah kita bisa meningkatkan pelayanan publik," ujar Anas.

Gubernur Jatim Soekarwo memberi penghargaan inovasi kabupaten kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. ©2016 Merdeka.com Reporter : Farah Fuadona | Selasa, 05 Desember 2017 14:49

Merdeka.com, Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi kembali masuk dalam jajaran penyelenggara program inovasi pelayanan publik terbaik. Dua inovasi Banyuwangi masuk jajaran terbaik di Top 25 Inovasi Pelayanan Publik Jatim, yaitu program Smart Kampung dan “Kembali ke ASI”.

Penghargaan diserahkan Gubernur Jatim Soekarwo kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Selasa (5/12), dengan disaksikan Deputi Kementerian PAN-RB Diah Natalisa.

“Inovasi adalah nafas bagi pemerintah daerah, karena hanya dengan itulah kita bisa meningkatkan pelayanan publik. Zaman now ini kan ekspektasi masyarakat tinggi, nah kalau tidak berinovasi, pemerintah daerah akan kelimpungan,” ujar Anas.

Program Smart Kampung sendiri, sambung Anas, memadukan antara pemanfataan teknologi informasi, peningkatan pelayanan publik, pengentasan kemiskinan, pendidikan-kesehatan, dan pembelajaran berbagai bidang. “Desa menjadi garda terdepan pelayanan publik, termasuk menjadi pusat aktivitas warga. Anak-anak berkesenian di kantor desa, belajar dan sebagainya,” ujarnya.

“Jadi ini datanya yang berjalan, bukan orangnya, sehingga warga desa terbantu,” imbuh Anas.

Adapun program “Ayo Kembali ke ASI” dijalankan di wilayah Puskesmas Sempu. Kampanye pro-ASI ini dikemas dengan mengajak berbagai elemen untuk menyampaikan tentang pentingnya ASI bagi perkembangan anak. Di antaranya menggandeng loper koran yang mengantar atau jualan koran sekaligus mengampanyekan ASI. Para loper koran dibekali leaflet dan buku saku tentang ASI untuk dibagikan kepada warga.

Selain loper koran, penjual jamu keliling juga dibekali pengetahuan yang sama. Mereka diberi pelatihan pembuatan “Biskuit ASI” adalah biskuit yang dibuat dari daun kelor dan katu yang bisa memperlancar produksi ASI.

“Bahkan para mbok jamu ini dilatih untuk materi massage (pijat) punggung dan payudara untuk melancarkan ASI,” imbuh Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr Widji Lestariono.

Sementara itu, Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB Diah Natalisa mengatakan, Banyuwangi mempunyai komitmen kuat untuk terus melakukan pembenahan pelayanan publik.

“Ini contoh nyata ya, Bupati Banyuwangi Pak Anas ini kita ajak melihat Mall Pelayanan Publik terbaik dunia di Azerbaijan, begitu pulang seminggu langsung diimplementasikan di Banyuwangi. Tentu dengan beberapa kekurangan yang perlu dibenahi, tapi itu sudah sangat luar biasa,” papar Diah.

(FF/FF)
  1. Pelayanan Publik
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA