1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Banyuwangi dapat penghargaan pariwisata internasional PATA

PATA merupakan organisasi non-profit yang mengurus tentang perkembangan travel dan pariwisata lingkungan Asia Pasifik.

Antariksawan Jusuf. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Selasa, 13 September 2016 14:08

Merdeka.com, Banyuwangi - Banyuwangi, Baru saja mendapatkan sebuah penghargaan pariwisata internasional dari Organisasi Pariwisata Asia Pasifik (PATA) kategori warisan budaya dan kebudayaan. Penghargaan berupa PATA Gold Award 2016 ini, diberikan kepada Lalare Orchestra. Kelompok seni musik tradisional Banyuwangi yang mengangkat lagu-lagu Using lama periode 1970-an.

Menariknya, anggota Lalare Orchestra ini masih usia Anak-anak berjumlah 100, yang berasal dari berbagai kecamatan di Banyuwangi sendiri. Potret lestarinya warisan budaya di Banyuwangi dilombakan melalui makalah yang disusun oleh Antariksawan Jusuf, Ketua Umum Sengker Kawung Belambangan.

Dia menulis empat hal yang ada di Banyuwangi untuk dilombakan melalui Kementerian Pariwisata. Antara lain Lalare Orchestra, Green Bandara Blimbingsari, Ijen Resort dan Bangsring Under Water. "Cukup mengirim tulisan yang disuruh Dispar, salah satunya saya yang disuruh. Dalam bentuk makalah. PATA ini Banyuwangi mewakili Indonesia," ujar Pria yang akrab dipanggil Iwan ini kepada Merdeka Banyuwangi, Minggu (11/9).
 
Lalare Orchetra, kata Iwan, bermula saat Kementerian Pendidikan melalui Rumah Budaya Using di Kemiren, menggelar workshop membuat alat musik dari bambu pada 2014. Mulanya ada 29 anak yang dilatih sehingga bisa menampilkan aransemen musik-musik tradisional yang mengemas lagu Using lama di berbagai event Banyuwangi.

Iwan melihat potensi Anak-anak yang mengalir darah seni akan menjadi potrer kelestarian warisan budaya. "Yang saya sajikan dalam makalah di saat daerah lain kesulitan mempertahankan kesenian daerah, ketoprak, lenong, Banyuwangi punya 100 anak yang bisa memainkan musik tradisi. Mereka memainkan 13 lagu Using tahun70-an ke sini yang diaransemen ulang. Mereka ini yang akan membawa marwahnya kesenian Banyuwangi," ujarnya.

Penghargaan PATA Gold Award, saat ini masih di bawa Iwan dan rencananya akan diberikan pada 24 September mendatang. Saat Anak-anak Lalare Orkesra tampil dalam rangkaian festival Banyuwangi. Penghargaan ini diberikan oleh PATA saat Indonesia menjadi tuan rumah konferensi PATA di Indonesia Convention and Exhibition (ICE) di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, tanggal 7-9 September kemarin.

Penghargaan tingkat internasional ini, sudah pernah didapatkan Banyuwangi untuk yang kedua kalinya. Pertama dari United Nations World Tourism Organisation (UNWTO) yang diserahkan di Madrid, Spanyol bulan Januari lalu.

"Kalau UNWTO makalah diseleksi dipilih 5 paling baik. Finalis kemudian suruh presentasi di Madrid Spanyol. Ada lima negara dan Banyuwangi mewakili Indonesia, kategori tatakelola pemerintahan," katanya.

Penghargaan PATA dan UNWT sama-sama melampaui proses yang ketat. Peserta PATA ada 71 negara dan individu dari 212 proposal yang masuk. "Kemenpar mengikuti lomba ini tujuannya agar menaikan percaya diri bangsa, meningkatkan kredibilitas pariwisata dan ketiga menilai yang sudah dilakukan sudah benar apa belum," ujar Iwan.
 
PATA merupakan organisasi non-profit yang mengurus tentang perkembangan travel dan pariwisata ke, dari dan dalam lingkungan Asia Pasifik. "Indonesia mengirim 24 makalah di seluruh 29 kategori. Indoensia menang empat, satu destinasi wisata Pemerintah, dua Lalare orkestra, tiga foto jurnalisme (gerhana matahari total di Bangka) yang keluar di majalahnya colornya Garuda, keempat tentang (kategori wisata," jelasnya.

(FF/MUA)
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA