1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Ditemani angin dan ombak, jazz pantai Banyuwangi satukan lintas generasi

"Situasi pantai dengan angin kencang dan suara deburan ombak membuat kita mendapatkan pengalaman menikmati musik dalam suasana yang unik".

Kla Project. ©2018 Merdeka.com Reporter : Endang Saputra | Minggu, 13 Mei 2018 11:06

Merdeka.com, Banyuwangi - Jazz Pantai Banyuwangi sukses memberikan pengalaman bermusik yang membahagiakan bagi para penontonnya. Pergelaran musik jazz yang berlangsung di tepi Pantai Boom Banyuwangi, Sabtu (12/5) malam, ini menampilkan Kla Project, Yura Yunita, dan Jaz Hayat.

Jazz Pantai Banyuwangi kali ini menghadirkan line up lintas generasi. Jaz Hayat dan Yura Yunita yang merupakan penyanyi generasi milenial tampil sepanggung dengan Kla Project yang telah 30 tahun mewarnai pentas musik Indonesia. Masing-masing memberikan nuansa yang berbeda, namun dengan totalitas yang sama.

Ditambah tata panggung yang megah membuat penonton puas mendapatkan pertunjukan yang berkualitas.

"Situasi pantai dengan angin kencang dan suara deburan ombak membuat kita mendapatkan pengalaman menikmati musik dalam suasana yang unik," ujar Yura Yunita.

Ajang itu dawali penampilan penyanyi muda pendatang baru Jaz Hayat atau yang lebih populer dengan panggilanJaz. Suasana festival dibuat hangat saat penyanyi asal Brunei Darussalam itu membawakan single hitnya yang bernuansa melankolis seperti Teman Bahagia, Kasmaran, dan Matamu. Jaz juga membawakan medley lagu lagu melow milik penyanyi populer seperti Chrisye, Marchel Shiahaan, dan Raisha.

"Ini pertama kalinya saya ke Banyuwangi dan jadi momen yang sangat memorable. Sebuah kehormatan bisa tampil di panggung ini," kata dia.

Jazz Pantai ini semakin asyik saat Yura Yunita menghentak panggung dengan lagu-lagu jazz yang enerjik. Gayanya yang atraktif membuat penonton asyik larut dalam setiap setiap lagu yang dinyanyikannya.

Harus Bahagia, Cinta dan Rahasia, Intuisi, juga satu lagu berbahasa Sunda berjudul Kataji meluncur merdu dari Yura dengan kualitas vokalnya yang jernih dan aransemen musik yang memikat.

Kla Project menjadi band yang paling ditunggu-tunggu oleh penonton generasi muda tahun 70-90 an malam itu. Kla mengajak penonton bernostalgia dengan lagu-lagu andalannya yang banyak berisi lirik puitis.

"Di ulang tahun ke-30, Kla akhirnya tampil di Banyuwangi. Banyuwangi adalah daerah yang luar biasa. Semoga Banyuwangi berjaya dan menjadi contoh untuk semua daerah di Indonesia," ujar Katon di sela nyanyiannya.

Kla membawakan 11 lagu hits yang dimulai dengan lagu berjudul Hey, Menjemput Impian, Terpuruk, Tak Bisa ke Lain Hati, Yogyakarta. Dan lagu Tentang Kita yang merupakan single pertama yang dirilis Kla, menjadi pamungkas di festival musik yang digelar kali ketujuh.

"Saya sengaja datang ke Banyuwangi untuk nonton Kla Project. Ingin tahu bagaimana ajang musik digelar tepat di bibir pantai. Terhibur sekali," ujar Wimar, penonton asal Jakarta.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Jazz Pantai Banyuwangi dihadirkan untuk memberikan warna pada agenda Banyuwangi Festival yang berisi 77 atraksi wisata sepanjang 2018.

"Kami sadar harus membuat sesuatu yang beda di tengah ketatnya persaingan di industri pariwisata. Semua daerah sekarang berlomba menggelar festival. Banyuwangi, sebagai daerah yang termasuk paling awal mengemas wisata dalam balutan festival, harus pandai-pandai mengatur strategi pembeda dengan daerah lain. Jazz Pantai ini menjadi salah satu pembeda yang tidak bisa ditemui di daerah lain," katanya.

(ES/ES)
  1. Abdullah Azwar Anas
  2. Festival Banyuwangi 2018
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA