1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Jaga kesehatan sekolah, siswa SD jadi Inspektur Cilik & Polisi Bumi

"Kalau ada yang membuang sampah sembarangan diingatkan," kata Fernando.

Inspektur Cilik. ©2017 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Minggu, 02 April 2017 13:13

Merdeka.com, Banyuwangi - Puluhan siswa SDN Model, Kelurahan Sobo, Kabupaten Banyuwangi, di sela waktu istirahat belajar sedang mengenakan rompi Inspektur Cilik dan Polisi Cinta Bumi.

Para siswa ini lantas keliling di area sekolah, menyisir kualitas jajanan sekolah, memperingatkan jangan buang sampah sembarangan sampai melarang bila ada yang merokok di area sekolah.

"Pak, maaf di kawasan sekolah ini dilarang merokok," ujar Geo Fernando Putrandi, salah satu Polisi Cinta Bumi (PCB) kepada salah satu wali murid yang sedang merokok di kawasan sekolah SDN Model, sambil membentangkan baner bertuliskan "Kawasan Bebas Asap Rokok".

Fernando bersama bersama Polisi Cinta Bumi dan Inspektur Cilik kemudian melanjutkan keliling, sambil mengamati apakah ada yang membuang sampah sembarangan.

"Kalau ada yang membuang sampah sembarangan diingatkan. Sambil memilah jenis sampah sebelum buang ke tempat sampah saat keliling. Ini kelilingnya terutama pas ada acara seperti sekarang," ujar Fernando kepada Merdeka Banyuwangi di sela event seleksi Lalare Orkestra di SDN Model, Sabtu (1/4).

Meski demikia, Fernando dan teman-temannya juga pernah mengingatkan orang agar tidak merokok di lingkungan sekolah, namun tidak mau menurut dan membantah. "Ada juga yang bantah sewaktu diingatkan," ujarnya.

Berbeda dengan tugas Polisi Cinta Bumi, para siswa yang menjadi Inspektur Cilik lebih mengawasi bagaimana kualitas kuliner dan jajanan di area sekolah. Namun mereka seringkali keliling bersama untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekolah.

Hafis Rizkon Pratama, siswa kelas tiga SDN Model yang menjadi Inspektur Cilik bercerita, dia akan melaporkan kepada guru atau kepala sekolah bila menemukan jajanan dengan olahan bahan berbahaya.

"Makanan tidak boleh ada debu, minyaknya tidak boleh sampai berwarna hitam. Kemudian bebas dari 5 P. Pengawet, pemutih, pemanis, pewarna dan pengenyal Kalau ketemu dilaporin ke guru atau kepala sekolah," ujar Hafis, yang sudah mendapatkan bekal materi dari gurunya ini.

Inspektur Cilik dan Polisi Cinta Bumi ini, diambil dari masing-masing kelas di SDN Model, mulai kelas 2 sampai 6.

"Langsung ditunjuk guru, kalau mau ya gabung. Kalau saya bangga dan senang jadi inspektur cilik," ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan lain Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan, antisipasi sejak dini sangat dibutuhkan agar kualitas SDM generasi Anak-anak di Banyuwangi bisa bersaing secara global.

"Kami meminta juga (Komunitas Intelejen Daerah) Kominda bisa mencegah makanan yang bisa membahayakan anak-anak di sekolah. Di Banyuwangi ada inspektur cilik, untuk memantau keamanan makanan," ujar Anas beberapa waktu lalu.

Selain itu, pembentukan Inspektur Cilik untuk memantau jajanan di sekolah, akan dilakukan secara bertahap bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan.

Antisipasi tersebut, kata Anas perlu dilakukan karena sudah banyak temuan makanan Anak-anak yang mengandung zat berbayaha seperti pewarna sintetis. Sehingga bisa merusak otak anak.

"Mengandung zat warna yang bisa merusak otak anak. Sehingga tidak bisa bersaing secara global," kata dia.

(MT/MUA)
  1. Pendidikan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA