1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Wakil Bupati Banyuwangi serahkan nota pengantar RAPBD 2018 ke dewan

Pendapatan daerah dalam Tahun Anggaran 2018 direncanakan Rp 2, 971 triliun.

Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Kamis, 16 November 2017 15:23

Merdeka.com, Banyuwangi - Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, menyampaikan nota pengantar Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 dalam paripurna yang digelar di ruang rapat DPRD Banyuwangi, Kamis(16/11). Ini menyusul ditandatanganinya nota kesepakatan KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara), Jum’at (10/11) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup menyampaikan sebagaimana telah disampaikan pada Nota Pengantar Kebijakan Umum APBD Kabupaten Banyuwangi pada tanggal 10 Oktober 2017 lalu. Bahwa tahun 2018 ini adalah tahun ketiga dari periode kedua RPJMD Kabupaten Banyuwangi 2016-2021. Menyongsong tahun 2018 ini, Pemkab Banyuwangi akan fokus pada kebijakan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang berkeadilan, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang inklusif, pertumbuhan yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Banyuwangi secara merata disertai upaya menekan kesenjangan dan peningkatan pemerataan distribusi pendapatan antar kelompok masyarakat dan antar wilayah.

“Untuk itu saya minta semua pihak untuk turut mendorong prinsip-prinsip kebersamaan, gotong royong dan partisipasi dalam setiap aktifitas pembangunan daerah. Proses produksi untuk menghasilkan produk barang dan jasa, saya harap semaksimal mungkin dikerjakan dengan melibatkan sebanyak-banyaknya mungkin anggota masyarakat. Inilah sebenarnya hakekat ekonomi kerakyatan, ekonomi dengan basis pengetahuan dan keterampilan rakyat, dengan support stimulasi teknologi dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait,” ujar Yusuf.

Disampaikan Wabup Yusuf, Pemerintah terus mendorong kinerja investasi dan perdagangan, untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi nasional. Pembangunan infrastruktur dan perbaikan iklim investasi menjadi prioritas utama Pemerintah dalam mendorong perekonomian nasional tahun 2018 mampu tumbuh lebih baik pada posisi 5,4 persen dari posisi saat ini sebesar 5,06 persen.

Proyeksi optimis peningkatan ekonomi nasional tahun 2018, menjadi spirit tumbuhnya ekonomi Banyuwangi. Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tahun 2018 diproyeksikan mampu tumbuh dalam kisaran 5,65 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku tahun 2018 diprediksi tumbuh mencapai Rp 71,16 triliun, dengan laju inflasi dalam kisaran 3 hingga 4 persen.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut terutama digerakkan terutama oleh sektor pariwisata yang diproyeksikan tumbuh 8,41 persen dengan dukungan sektor penyediaan akomodasi, perdagangan, informasi dan komunikasi, jasa kesehatan dan berbagai sektor lainnya. Begitu juga dengan kontribusi PDRB sektor pertanian dan perikanan diproyeksikan mencapai Rp 27,76 triliun, disusul sektor perdagangan besar dan eceran sebesarRp 11,15 triliun, dan sektor industri pengolahan sebesar Rp 8,23 triliun.

“Selain itu, seluruh proyeksi baik pendapatan, belanja maupun pembiayaan, diharapkan dapat secara efektif menstimulasi pertumbuhan ekonomi, meningkatkan PDRB dan menurunkan angka pengangguran, ketimpangan, dan kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi. Untuk itu pada kesempatan yang baik ini, saya ingin menyampaikan kita akan terus berupaya meningkatkan, menggali, dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan asli daerah, agar kapasitas fiskal daerah semakin kuat untuk mencapai sasaran pembangunan,” kata dia.

Yusuf pun menjelaskan dengan gamblang proyeksi struktur APBD Banyuwangi tahun 2018 nanti. Pendapatan daerah dalam Tahun Anggaran 2018 direncanakan Rp 2, 971 triliun. Dengan rincian Pendapatan Asli Daerah diproyeksikan sebesar Rp. 527,381 miliar, dana perimbangan Rp. 1,918 triliun; dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp. 525,378 miliar. Sedangkan komposisi belanja daerah sebesar Rp. 3 ,164 triliun.

Adapun komposisi pembiayaan terdiri dari Penerimaan dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah. Direncanakan, penerimaan pembiayaan akan diterima sebesar Rp. 29 miliar. Ini berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya. Sedangkan untuk pengeluaran pembiayaannya nihil.

“Eksekutif berharap pembahasan Raperda APBD tahun 2018 bisa tepat waktu dan dilandasi semangat bersama-sama untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi. Terhadap RAPBD yang telah disampaikan pada Dewan yang terhormat, baik pendapatan maupun belanja, uraian kegiatan dan besaran anggarannya dapat berubah sesuai hasil pembahasan yang akan kita bahas bersama,” kata Yusuf.

(FF/MUA)
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA