1. BANYUWANGI
  2. PARIWISATA

Turis asal Slovakia ini kagum dengan kreativitas warga Desa Gintangan

Ia tidak menyangka, bambu dapat dikreasikan menjadi kostum karnaval yang cantik.

Martina Bujnakova (berbatik hitam) berfoto bersama Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko. ©2016 Merdeka.com Reporter : Farah Fuadona | Sabtu, 13 Mei 2017 19:27

Merdeka.com, Banyuwangi - Festival Bambu yang digelar di Desa Gintangan, Rogojampi, Banyuwangi, rupanya tak hanya menarik minat warga sekitar. Wisatawan mancanegara yang hadir di sana pun terkesima dengan penampilan fashion show kostum karnaval berbahan dasar bambu.

Martina Bujnakova (25) gadis asal Slovakia, Eropa Tengah, mengaku kagum melihat kreativitas warga mengubah anyaman bambu menjadi kostum karnaval dengan berbagai bentuk.

"Bersyukur sekali saya bisa melihat Festival Bambu ini. Saya sudah lama mendengar manfaat bambu, tapi baru hari ini untuk pertama kalinya saya menyentuh bambu dan melihat kegunaan bambu yang begitu banyak," ujarnya antusias, Sabtu (13/5).

Martina bersama temannya Olla asal Polandia dan dua temannya yang lain sedang mengikuti pertukaran pelajar di Universitas Muhammadiyah Malang untuk memperdalam bahas serta budaya Indonesia. Ia berkesempatan mengujungi Banyuwangi selama tiga hari untuk menikmati budaya serta keindahannya.

"Budaya di sini sangat menarik, saya bisa melihat ketelitian mereka dari karya yang dihasilkan festival ini," kata Martina.

Ia bahkan sangat berterima kasih kepada pihak penyelenggara yang telah memberikannya kenang-kenangan sebuah kipas kecil yang terbuat dari anyaman bambu. "Saya suka sekali. Terima kasih banyak," kata perempuan berambut pirang ini seraya tersenyum.

Kepala Desa Gintangan Rusdianah mengatakan Festival Bambu ini sengaja dipilih sebagai sarana informasi dan mengenalkan potensi desa. Guna meningkatkan perekonomian masyarakat melalui kerajinan anyaman bambu yang masih terus dilestarikan oleh warga sejak puluh tahun lalu. "Sejak lama Gintangan memang terkenal akan kreativitas dalam menganyam bambu menjadi komoditi bernilai ekonomi. UMKM kami sangat banyak, hampir 50 persen warganya bekerja sebagai penganyam," ujar dia.

Ia percaya melalui festival, potensi Desa Gintangan yang sudah dipertahankan secara turun-temurun ini dapat tetap dilestarikan. "Dulu tahun 2007 usaha anyaman bambu milik warga sempat defisit dan hampir gulung tikar. Tapi warga kami tidak menyerah, dibantu Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Perdagangan Banyuwangi, perekonomian warga kami berangsur-angsur membaik. Jadi selain menjaga perekonomian warga melalui inovasi produk. Festival juga penting, terutama dalam menarik wisatawan " kata Rusdianah.

(FF/FF)
  1. Festival Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA