1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Berobat di Banyuwangi gratis, plus keluarga penunggu pasien dapat uang

Uang itu diberikan sebagai pengganti karena tidak bisa bekerja saat menunggu pasien di rumah sakit.

©2017 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Jum'at, 13 Oktober 2017 18:02

Merdeka.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan memberikan subsidi berupa uang tunai kepada keluarga pasien miskin yang dirawat di Puskesmas dan rumah sakit. Dalam sehari keluarga pasien akan diberi antara Rp 50 sampai 75 ribu, sesuai kondisi perekonomiannya.

Rencana ini akan diberlakukan dalam dua bulan ke depan. Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, hal ini perlu dilakukan sejak mengetahui banyak keluarga pasien miskin yang tidak bisa bekerja karena harus menunggu dan mendampingi selama dirawat inap di rumah sakit maupun Puskesmas.

Sejak Januari 2017 hingga saat ini, Pemkab Banyuwangi melalui 45 Puskesmas telah melakukan upaya jemput bola kepada lebih dari 2.100 pasien, dengan perawatan rutin ke rumah pasien. Dari 2.100 pasien tersebut, kata Anas, rata-rata memilih tidak merujuk ke Puskesmas atau rumah sakit karena bisa membuat keluarga yang menunggu tidak bekerja.

"Padahal berobat untuk warga miskin sudah gratis. Baru ketahuan kalau ke rumah sakit, dia akan kehilangan pekerjaan, seperti harus menutup warung. Dasar evaluasi ini, mulai bulan depan, akan ada uang pengganti pasien miskin yang keluarganya menuggu," ujar Anas saat memberikan bantuan kepada pasien kurang mampu di Puskesmas Gitik, Banyuwangi, Jumat (13/10).

Saat ini, Anas sedang menyesuaikan dengan regulasi yang ada, agar tidak melenceng dari aturan keuangan negara. "Anggaran sesuai Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2017 kita siapkan Rp 1,3 miliar. Secara bertahap akan ditambah," ujar Anas.

Pemberian bantuan kepada keluarga yang menunggu pasien diberikan dalam hitungan per hari. Tinggal mengalikan berapa lama pasien dirawat.

Agar tepat sasaran, pihaknya akan meakukan verifikasi kepada setiap pasien yang dirawat, apakah benar-benar dari keluarga tidak mampu, seperti skema kategori penerima biaya perawatan kelas III JKN-KIS dan surat keluarga miskin. "Jadi nanti bakal ada proses verifikasi, dan itu tidak ribet, karena sangat mudah untuk tahu. Jadi ini perhatian Pemda terhadap warga miskin. Jadi kemajuan pariwisata, PAD naik, masyarakat mendapatkan haknya," ujarnya.

Selain di rumah sakit dan puskesmas di Banyuwangi, biaya pengganti diberikan kepada keluarga pasien yang harus dirujuk ke Surabaya. "Di Surabaya sudah bisa menginap gratis di Rumah Singgah milik Pemkab Banyuwangi, dan kami tambahi ini untuk uang saku. Kalau yang dirujuk ke luar kota, nanti kami tambahi dananya," ujarnya.

(MH/MUA)
  1. Layanan Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA