1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Bupati Bungkulu Utara belajar cara atasi jalan berlubang di Banyuwangi

“Kami ingin belajar bagaimana mekanisme kerja Satgas ini. Sehingga setahap demi setahap bisa kami adopsi di daerah kami,” ujar Mian.

Anas saat menerima kunjungan Bupati Bungkulu Utara dan rombongan. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Rabu, 03 Agustus 2016 07:58

Merdeka.com, Banyuwangi - Bupati Bengkulu Utara, Mian belajar cara atasi masalah jalan berlubang secara cepat di Banyuwangi, Jawa Timur. Mian mengaku ingin mempelajari cara kerja Satgas Jalan Berlubang (SJB) yang diterapkan Pemkab Banyuwangi pada Lebaran 2016 kemarin.

Mian bersama rombongannya menemui Bupati Abdullah Azwar Anas. “Banyuwangi banyak menorehkan prestasi. Inovasinya sangat luar biasa dan salah satu yang menarik perhatian kami adalah cara menangani jalan berlubang secara cepat,” kata Mian.

Mian pun memgaku akan mengadopsi sistem kerja SJB. “Kami ingin belajar bagaimana mekanisme kerja Satgas ini. Sehingga setahap demi setahap bisa kami adopsi di daerah kami,” lanjutnya.

Orang nomor satu di Bengkulu Utara ini juga mengapresiasi Tanah Balambangan yang telah melakukan reformasi birokrasi dengan berbagai program. Salah satunya perbaikan rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) dengan standar tertentu.

”Termasuk yang cukup bagus adalah integrasi pelayanan antara pemerintah daerah dan elemen lain. Misalnya dalam program pengentasan kemiskinan. Ini cukup bagus di Banyuwangi,” sambungnya.

Pada saat Lebaran lalu, Pemkab Banyuwangi membuat SJB unit reaksi cepat (URC) untuk mengatasi persoalan jalan rusak. Tim ini terdiri dari empat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas PU BMKCR URC Banyuwangi, Rogojampi, Genteng dan URC Bangorejo.

Masing-masing URC tersebut diisi enam orang satgas yang dibekali dengan peralatan yang dibutuhkan dan bekerja secara bergantian.

SJB diterjunkan untuk memastikan jalan-jalan kabupaten yang telah diaspal dalam kondisi layak dilewati. Satgas ini bekerja dengan cara menyisir maupun menindak lanjuti aduan masyarakat terkait jalan berlubang. “Satgas ini sifatnya reaksi cepat untuk menangani yang sifatnya darurat. Misalnya ada jalan kabupaten yang rusak maupun tergenang, satgas langsung terjun menambal,” kata Anas.

Satgas jalan berlubang ini dibentuk sejak awal 2016 lalu. Cara kerjanya, mereka rutin keliling melihat kondisi jalan di wilayahnya. Selain itu, mereka juga menerima aduan dari masyarakat jika ditemukan adanya jalan berlubang.

“Masyarakat bisa mengirim aduan ke kelurahan atau bisa melalui Twitter @banyuwangi_kab dan Facebook milik Pemkab Banyuwangi. Nanti pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga akan merespons penanganan genangan dan jalan berlubang, dan akan ditangani dalam waktu maksimal 48 jam,” ujar Anas.

Selain menimba ilmu tentang mekanisme penangan jalan berlubang, Bupati Mian juga belajar tentang pelayanan publik dan metode pelaporan keuangan. Rencananya, rombongan bupati dan tujuh orang stafny akan berada di Banyuwangi selama tiga hari.

(FF/MA)
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA