1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Dari total Rp 3 triliun, alokasi APBD Banyuwangi terbesar di sektor pendidikan

"Anak-anak yang pinter, full kita biayai di situ. Yang seleksi perguruan tinggi bersangkutan, setelah lulus kita ferivikasi," kata Sulihtiyono.

Ilustrasi pendidikan. ©2018 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Sabtu, 06 Januari 2018 15:52

Merdeka.com, Banyuwangi - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyuwangi 2018 mencapai Rp 3 triliun. Dari besaran tersebut, serapan APBD terbesar diberikan untuk sektor pendidikan hingga mencapai Rp 1,04 triliun.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihtiyono, mengatakan sektor pendidikan memang selalu menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Beragam inovasi diterapkan di sektor pendidikan seperti program beasiswa anak kurang mampu dan cerdas; Banyuwangi Cerdas, pengabdian mengajar di pelosok; Banyuwangi Mengajar hingga memberikan uang saku kepada siswa kurang mampu tingkat SD hingga SMA.

"Banyuwangi rutin memberikan beasiswa bagi anak tidak mampu, yatim piatu yang pinter, disabilitas yang pinter, dan anak hafal alquran ini langsung," ujar Sulihtiyono, Jumat, (5/1).

Sementara untuk sasaran beasiswa perguruan tinggi, Banywangi telah bekerjasama dengan 5 perguruan tinggi, seperti IAIN Jember, Universitas Jember, Universitas Terbuka, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya.

"Anak-anak yang pinter, full kita biayai di situ. Yang seleksi perguruan tinggi bersangkutan, setelah lulus kita verifikasi, kalau ternyata dari anak tidak mampu kita biayai," katanya.

Namun, kata Sulihtiyono, masih ada beasiswa kategori umum untuk perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan standar syarat anak berprestasi dan dari anak kurang mampu. "Seluruh Indonesia boleh, yang penting masyarakat Banyuwangi," katanya singkat.

Dari Rp 1,04 triliun, Sulihtiyono masih belum memberikan rincian berapa alokasi untuk beasiswa Banyuwangi cerdas, uang saku kepada siswa kurang mampu, hingga besaran lain untuk pegawai di lingkungan dinas pendidikan.

"Itu total seluruh untuk pendidikan, kemarin diverifikasi di gubernur belum turun, kalau semua Rp 1,04 di situ ada sertivikasi, gaji dan lain-lain. Kalau tahun kemarin, beasiswa sekitar Rp 17 miliar," ujarnya.

Khusus uang saku kepada siswa kurang mampu, Sulih memberikan rincian umum berapa nominal uang yang diberikan kepada setiap siswa per harinya, berdasarkan tingkat pendidikan. Dia melanjutkan, untuk siswa tingkat SD sebesar Rp 5000, SMP Rp 10.000, dan SMA Rp 15.000 per harinya.

"Itu bagi Anak-anak tidak mampu. Terutama di kecamatan yang perlu perhatian seperti Kalibaru, Glagah yang terpencil," katanya.

Alokasi terbesar kedua, setelah sektor pendidikan, terbesar diberikan pada pelayanan publik yang mencapai Rp 841,4 miliar. Diurutan ketiga, diberikan untuk sektor kesehatan Rp 384,1, selanjutnya infrastruktur Rp 375,7 miliar, pertanian Rp 190,9 miliar, pemberdayaan ekonomi Rp 96,4 miliar dan terakhir untuk perlindungan sosial sebesar Rp 70,2 miliar.

(MT/MUA)
  1. Info Kota
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA