1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Etape ketiga, Jamal raih pembalap terbaik Indonesia dalam ITdBI

"Ini jadi stage yang sangat berat, besoknya saya tetap waspada agar bisa mempertahankan klasemen," kata Jamal.

Jamal Hibatullah, pebalap Indonesia yang memperkuat TIM KFC. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Jum'at, 29 September 2017 17:13

Merdeka.com, Banyuwangi - Jamal Hibatullah pebalap sepeda Indonesia yang memperkuat Tim KFC berhasil meraih juara kategori the best Indonesia riders dalam etape ketiga International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), Jumat (29/9).

Jamal sampai di garis finis dengan catatan waktu 3 jam 38 menit 34 detik. Kemudian disusul oleh Bambang Suryadi dari tim BRC dengan jarak cukup dekat selisih 16 detik. Dan diurutan ketiga diraih oleh Abdul Soleh dari tim yang sama dengan selisih cukup jauh, 2 menit lebih.

Etape ketiga, menjadi rute bergengsi yang diperebutkan para pebalap karena melampaui rute tanjakan yang curam. Mulai garis start di Pelabuhan Muncar ketinggian 6 Mdpl dan finish Kaki Ijen 1.880 Mdpl, dengan total jarak tempuh 116,3 kilometer.

Tidak hanya itu, peraih yellow jersey dari best Indonesia riders juga diraih oleh Jamal. Dari etape pertama hingga ketiga total waktu yang dicapai Jamal tercepat, yakni 11 jam 29 menit 50 detik.

"Terimakasih kepada tim sudah menjadikan the best rider. Ini jadi stage yang sangat berat, besoknya saya tetap waspada agar bisa mempertahankan klasemen," katanya usai mengenakan yellow jersey.

Ajang ITdBI akan berlangsung hingga besok, Sabtu (30/9) pada etape ketiga yang memulai garis start di Pondok pesantren Blokagung hingga garis finis Kantor Pemkab Banyuwangi.

Etape keempat, bakal menjadi penentu apakah Jamal tetap bisa menjadi yang tercepat dari semua etape, untuk mempertahankan yellow jersey.

Pishgaman Cycling Team jadi raja etape rute neraka

Etape tiga yang menjadi rute terberat dalam ajang International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2017 berhasil diraih Amir Kolahdouzhagh yang memperkuat tim Pisgman Cycling Team asal Iran.

Amir meraih juara di garis finish pertama dengan catatan waktu tiga jam 35 menit 7 detik. Melesat jauh meninggalkan pesaing di belakangnya yang masih satu tim yakni Rza Hosseini dengan catatan waktu 3 jam 35 menit 58 detik. Disusul kemudian dari Tim Sapura Cycling, Victor Nino Corredor.

Amir mengatakan, moment terbaik untuk melaju kencang meninggalkan pesaingnya saat di garis finish kurang 2 kilometer yang menjadi tanjakan terakhir.

"Kurang dua kilometer, saya kencangkan, bagi saya itu moment terbaik," ujar Amir kepada Merdeka Banyuwangi usai melenggang di garis finish, Jumat (29/9).

Pada etape ketiga, para pebalap memulai dari garis start Pelabuhan Muncar dengan ketinggian 6 Mdpl menuju Kaki Gunung Ijen dengan ketinggian 1.880 Mdpl di kaki Gunung Ijen.

Bagi Amir, pesaing terberat pada di ajang ITdBI mulai etape pertama hingga ketiga yakni juara etape sebelumnya David Rebellin (Kuwait Cartucho) dan Matt Zennovich dari Selandia Baru.

"Saya memang mengejar juara general classification, mencoba untuk menjadi pemenang yellow jersey. Mereka sangat kuat dalam tanjakan, juga," ujarnya.

Ajang ITdBI ini diikuti oleh 29 negara dan 95 pebalap. Pada etape kedua, pebalap yang bertahan tinggal 79 dan di etape rute neraka ini tersisa 72 pebalap.

Chairman ITdBI, Guntur Priambodo menjelaskan, Amir memang terlihat di kelompok depan saat di etape pertama hingga kedua.

"Dan pemenang dari pishgman, hampir menguasai di atas rata-rata pebalap lain. Dia menyimpan tenaga, dan dipakai saat dierek-erek (puncak tanjakan)," ujar Guntur.

Sementara itu, Guntur menilai ajang ITdBI tahun ini lebih sukses menampilkan sport tourism mulai etape pertama hingga ketiga. Tinggal menunggu di etape terakhir pada esok hari, Sabtu (30/9) yang akan memulai jalur start di Pondok Pesantren Blokagung. Pebalap akan dikenalkan nilai toleransi.

"Konten sport tourism sudah masuk dan lebih baik," ujarnya.

(MT/MUA)
  1. Tour de Banyuwangi Ijen
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA