1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Ini syarat dari Bupati Anas jika PLN jadi bangun tower mirip 'Eiffel'

‎"Karena ini lebih tinggi dari Menara Eiffel, maka kami memberi beberapa catatan, sebagai prasyaratnya," kata Anas.

Bupati Anas dan PLN. ©2016 Merdeka.com Reporter : Mochammad Andriansyah | Kamis, 02 Juni 2016 19:16

Merdeka.com, Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberi syarat jika PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ingin membangun tower di Banyuwangi. Salah satu syaratnya harus mendidik bagi warga Banyuwangi.

Apalagi, kabarnya tower bernama Jawa-Bali Crossing yang rencananya akan dibangun di Grand Watudodol, Kecamatan Kalipuro, ini memiliki ketinggian 376 meter, lebih tinggi dari menara Eiffel Paris, Prancis, yang hanya 325 meter.

Tower PLN serupa juga bakal dibangun di Segara Rupek, Jembarana, Bali. ‎"Karena ini lebih tinggi dari Menara Eiffel, maka kami memberi beberapa catatan, sebagai prasyaratnya," kata Anas usai pertemuan PLN di Lounge Pemkab Banyuwangi, Kamis (2/6).

Syarat pertama, kata Anas, karena ini monumen nasional yang cukup bagus momentumnya, maka menara ini nanti akan kita dorong menjadi bagian destinasi wisata. "Kami meminta ada lift‎, sehingga orang bisa naik, minimal bisa untuk selfie dan sebagainya," katanya.

Anas melanjutkan, "pertama menjadi destinasi wisata baru yang didesain, mereka akan punya kaitan dengan tempat yang mungkin orang tidak punya experience (pengalaman). Nah dengan berada di sini (Jawa-Bali Crossing) mereka bisa memiliki experience."

Syarat kedua, pembangunan tower harus memiliki manfaat dan edukasi. "Kami juga usul, ini bisa menjadi museum. Museum energi atau PLN. Nah, jadi tempat ini ada museumnya dan bisa memberi edukasi," ujarnya.

Menurut Anas, dengan adanya museum di sekitar Tower Jawa-Bali Crossing, pengunjung bisa menambah pengetahuan tentang listrik.

"Tidak semua orang tahu soal kelistrikan. Dengan adanya museum, orang akan tahu fungsi-fungsi kelistrikan. Ini bisa memberi edukasi. Jadi, ‎semua proyek-proyek di Banyuwangi harus bernilai humanis dan memberi edukasi," ujarnya.

Sebelumnya, ‎PT PLN berencana membangun tower penguat jalur listrik Jawa-Bali di Banyuwangi yang akan terkoneksi dengan Industri Pembangkit Listrik di Paiton, Probolinggo.

Menurut Business Director of East Java and Bali Region PT PLN, Amin Subekti, dua tower listrik yang akan dibangun di Banyuwangi dan Bali ini memiliki ketinggian 376 meter dengan bentangan 2,68 kilometer.

Amin menjelaskan, PLN kini tengah menyiapkan rencana pembebasan lahan dan proses tender. "Jadwal kita, akhir 2018 atau awal 2019 selesai. Jadi paling lambat tahun itu (2019). Sekarang kita lagi persiapan masalah pembebasan tanah. Kemudian proses tender dan mudah-mudahan bisa segera selesai," ujar Amin.

Di depan Anas, Amin juga menerangkan fungsi pembangunan mega-proyek tersebut di Banyuwangi. Kata Amin, tower itu nanti berfungsi untuk menyalurkan listrik se-Jawa Bali.

"Ini bisa menyalurkan listrik dari Jawa ke Bali atau sebaliknya. Jika Jawa kekurangan, bisa diambil dari Bali. Jadi fungsinya dua arah, bukan satu arah. Tower ini juga akan dikoneksikan dengan Industri Pembangkit Listrik (PLTU) di Paiton, Probolinggo," kata Amin.

Selain pembangunan dua tower di Banyuwangi dan Bali ini, PLN juga akan mendirikan jalur 500 kilovolt (Kv) atau jalur Saluran Udara Extra Tinggi (Sutet) yang menghubungkan ke Paiton.

"Nah, nanti bukan hanya menjadi penguat Jawa-Bali saja, tapi juga penguatan dari Paiton ke Banyuwangi sendiri. Karena di sini (Banyuwangi) dalam catatan kami, banyak sekali pengembangan, mulai dari sisi UKM maupun industrinya. Jadi ini juga membantu perkembangan Banyuwangi," katanya.

(MT/MA)
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA