1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Pemkab Banyuwangi latih ibu-ibu bikin hantaran untuk tingkatkan income keluarga

Selain souvenir hantaran, keahlian lain yang perlu dilatihkan adalah makanan olahan yang tetap menyasar kelompok perempuan.

Alief R Kartiono di pelatihan pembuatan souvenir. ©2018 Merdeka.com Editor : Endang Saputra | Kamis, 12 April 2018 09:57

Merdeka.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur menggelar pelatihan bikin souvenir kepada 30 orang ibu di Taman Blambangan Banyuwangi, Rabu (11/4).

Mereka adalah anggota Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK) Banyuwangi yang telah diseleksi. Souvenirnya berjenis hantaran pernikahan dengan kotak mika dan hiasan pita.

Dengan serius seluruh peserta mengikuti tahap pembuatan hantaran, dari cara memilih bahan hantaran, melipat, merekatkan hingga pengaturan paduan warna.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Banyuwangi Alief R Kartiono, mengatakan pihaknya berharap dengan membuat dan menjual souvenir, ibu-ibu bisa menambah pendapatan keluarga. Dia juga berharap permintaan masyarakat yang cukup tinggi akan hantaran yang berkualitas dan murah bisa terpenuhi dengan mudah karena banyak ibu yang telah terlatih membuatnya.

"Pelatihan pembuatan souvenir ini hasil kerjasama kami dengan PKK Kabupaten Banyuwangi. Harapan kami ibu-ibu PKK bisa membuat souvenir di rumah masing-masing dan menambah income rumah tangga," kata Alief kepada Merdeka Banyuwangi.

Dia juga menjelaskan pelatihan akan dilakukan bergilir dengan peserta dari kecamatan lain. Selain souvenir hantaran, keahlian lain yang perlu dilatihkan adalah makanan olahan yang tetap menyasar kelompok perempuan.

Di Banyuwangi bidang ekonomi kreatif juga dikembangkan dengan Festival Video Kreatif, Festival Batik, Festival Fashion, Lalare Orchestra, dan segudang even yang mendukung karya kreatif pesertanya.

Upaya pengembangan bidang ekonomi kreatif juga dilakukan dengan kerjasama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam berbagai program. Dari workshop packaging produk, pendampingan pelaku ekonomi kreatif, sertifikat pebatik Banyuwangi, pembahasan regulasi pembuatan film di daerah hingga hadirnya peserta IKKON Bekraf yang menghasilkan paket oleh-oleh unggulan Banyuwangi bernama Kanggi.

"Masyarakat Banyuwangi berterima kasih ke pemerintah pusat, dalam hal ini Bekraf yang memiliki concern luar biasa untuk mendorong perkembangan ekonomi kreatif daerah," katanya.

 

(ES) Laporan: Ahmad Suudi
  1. Info Kota
  2. Festival Banyuwangi 2018
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA