1. BANYUWANGI
  2. GAYA HIDUP

BLH Banyuwangi sulap sampah batok kelapa jadi pot dengan hiasan mural

Ini sebagai cara menanggulangi sampah batok kelapa yang menumpuk di kawasan wisata pantai.

Seorang pegawai BLH sedang mengecat batok kelapa yang akan dijadikan pot tanaman. ©2017 Merdeka.com Reporter : Farah Fuadona | Rabu, 01 Maret 2017 09:28

Merdeka.com, Banyuwangi - Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuwangi punya cara jitu untuk mengurangi sampah batok kelapa yang banyak ditemui di pantai-pantai Banyuwangi, Jawa Timur. Sampah bekas konsumsi degan wisatawan ini biasanya hanya teronggok di tempat pembuangan akhir di sekitar pantai.

"Sebenarnya warga sini sudah memanfaatkan batok kelapa sebagai bahan bakar untuk memasak nira. Tetapi proses pengeringan batok kelapa yang lama membuat warga gak sabar menunggu dan memilih ranting sebagai bahan bakar," ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup, Chusnul Chotimal kepada Merdeka Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Akibatnya sampah batok kelapa kian menumpuk dan menimbulkan permasalahan bagi pedagang di sekitar pantai. Untuk itulah Chusnul mendapat ide untuk menyulap sampah batok kelapa itu menjadi pot bunga cantik dengan hiasan mural warna warni.

"Batok kelapa ini keras mau dihancurkan juga butuh mesin yang dibuat khusus, karena sifatnya yang keras dan tahan lama inilah. Akhirnya saya minta pegawai yang pintar melukis untuk menghias batok-batok agar lebih menarik," ujarnya.

Hasilnya kini sudah puluhan pot batok kelapa berisi tanaman hias yang menghijaukan area kantor BLH Banyuwangi. Pot-pot organik ini tetap terlihat menarik walau sudah berusia dua bulan, "Semakin tua, pot organik dari batok kelapa ini semakin kuat," kata Chusnul.

Seorang pegawai kebersihan BLH Banyuwangi, Rumawan menuturkan cara membuat pot dari batok kelapa cukup mudah. Pertama, batok kelapa yang akan digunakan dibersihkan dari sisa-sisa daging kelapa terlebih dahulu. Kemudian batok kelapa yang sudah dibersihkan dicat menggunakan cat mobil. Alasan penggunaan cat mobil karena sifatnya yang cepat mengering.

"Bisa juga pakai cat kayu tapi lama kering, cat tembok itu mudah jamuran. Sedangkan cat mobil itu cepet kering dan tahan lama," ujar pria yang akrab disapa Wawan.

Terakhir pot yang sudah dicat kemudian di potong tipis bagian bawahnya. Hingga menyisakan serat-serat batok kelapa yang berguna sebagai jalan keluar air. Agar kadar air dalam pot mencukupi. Pot batok kelapa pun siap digunakan dan ditanami tanaman.

(FF/FF)
  1. Lingkungan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA