1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

7 Puskesmas di Banyuwangi berciri khas arsitektur Suku Using

"Prototipe arsitektur bangunan khas Using ini juga cocok untuk bangunan kesehatan karena memiliki sirkulasi udara yang bagus," ujar Anas.

Puskesmas berarsitektur rumah Suku Using. ©2017 Merdeka.com Reporter : Farah Fuadona | Minggu, 07 Mei 2017 05:55

Merdeka.com, Banyuwangi - Pemkab Banyuwangi menyelesaikan renovasi tujuh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dengan pendekatan arsitektur khas rumah Suku Using (masyarakat asli Banyuwangi). Ketujuh puskesmas itu adalah Puskesmas Gitik, Gladag, Benculuk, Kedungrejo, Kalibaru Kulon, dan Songgon.

"Ini merupakan hasil dukungan dan sinergi dari pemerintah pusat. Total dana yang digunakan sebesar Rp 8,5 miliar. Ini bukan hanya soal arsitekturnya, tapi fungsinya dalam memperkuat layanan kesehatan di tingkat primer, yakni puskesmas. Bagi kami Puskesmas adalah `penjaga gawang` kesehatan masyarakat karena fungsinya sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Oleh karena itu, ruangannya pun harus fungsional dan bisa mendukung seluruh aktivitas," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Renovasi bangunan antara lain berupa pembenahan ruang rawat jalan, poli gizi, ruang kesehatan ibu dan anak, klinik sanitasi, hingga pojok gizi. Dalam merenovasi puskesmas, lanjut Anas, Pemkab Banyuwangi tidak asal membangun. Selain untuk peningkatan kualitas pelayanan, kenyamanan ruangan bagi pasien juga dipikirkan.

"Salah satunya kami atur desainnya. Prototipe arsitektur bangunan khas Using ini juga cocok untuk bangunan kesehatan karena memiliki sirkulasi udara yang bagus. Saya kira ini kearifan lokal yang luar biasa dari masyarakat kita," kata Anas.

Melengkapi desain bangunan yang mengadopsi kearifan lokal arsitektur khas Suku Using, Pemkab Banyuwangi juga menganggarkan untuk melengkapi sarana puskesmas yang lain. Selain dari pemenuhan tenaga medis, juga melengkapi alat kesehatan di puskesmas. Sehingga penanganan sejumlah penyakit dasar bisa dilayani dengan baik di puskesmas.

“Kami ingin agar masyarakat tidak sedikit-sedikit ke rumah sakit, namun cukup ke puskesmas saja karena puskesmas terus kami lengkapi," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono menambahkan, kinerja puskesmas terus meningkat. Dari data Dinkes, persentase surat rujukan ke rumah sakit yang dikeluarkan puskesmas di Banyuwangi hanya 5 persen.

"Bila pemerintah secara nasional mengamanatkan 10 persen, kami sudah mampu menekannya hingga 5 persen. Artinya hampir semua pasien tertangani di Puskesmas. Kalau pun dirujuk ke rumah sakit, memang di luar kategori 155 penyakit yang ditangani di Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama," ujar dr. Rio panggilan akrabnya.

(FF/FF)
  1. Info Banyuwangi
  2. Layanan Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA