1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Banyuwangi dinyatakan siap jadi penyangga IMF-WB Annual Meeting

"Mereka sudah siap, para panitia di wilayah Ijen ataupun Alas Purwo, yang akan dikunjungi para wisatawan," kata Arif.

Mayjen Arif Rahman dan Irjen Pol Luki Hermawan . ©2018 Merdeka.com Editor : Endang Saputra | Rabu, 10 Oktober 2018 16:20

Merdeka.com, Banyuwangi - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V Brawijaya Mayor Jendral TNI Arif Rahman menyatakan Banyuwangi telah siap menjadi penyangga gelaran International Monetary Fund – World Bank (IMF-WB) Annual Meeting (AM) di Bali 8-14 Oktober 2018.

Selain menjadi pintu keluar dan masuk ke Bali, menyediakan jalur evakuasi, Banyuwangi juga akan didatangi peserta-peserta IMF-WB untuk berwisata setelah acara di Nusa Dua itu selesai.

Arif yang telah datang ke Taman Nasional (TN) Alas Purwo dan Puncak Ijen yang akan dikunjungi delegasi-delegasi negara peserta itu, mengatakan kedua destinasi telah siap menerima tamu-tamu besar
tersebut. Dia juga menyatakan kondisi jalan menuju dua destinasi sudah dalam keadaan bagus.

"Jalannya sudah bagus, tempatnya sudah bagus. Mereka sudah siap, para panitia di wilayah Ijen ataupun Alas Purwo, yang akan dikunjungi para wisatawan," kata Arif setelah meninjau pengamanan di Pelabuhan
Ketapang, Rabu (10/10).

Selain itu, dia mengatakan anggota TNI dan Polri yang bertugas mengamankan jalur menuju destinasi telah siap, termasuk pengamanan di dua lokasi wisata unggulan Banyuwangi tersebut. Sebanyak 5.000 anggota TNI dan Polri Jawa Timur ditugaskan mengamankan Bandara Internasional Djuanda, Bandara Banyuwangi, Pelabuhan Ketapang, TN Alas Purwo dan Puncak Ijen selama gelaran IMF-WB Annual Meeting.

Mengenai kebakaran hutan di Gunung Rante di dekat Puncak Ijen yang mulai dideteksi hari Senin (8/10) pagi, dikatakannya telah padam dan kondisi sudah kembali normal. Arif mengatakan sudah tidak ada lagi
titik api dan sudah banyak wisatawan yang berkunjung ke area Puncak Ijen.

"Kan acara ditutup taggal 14, setelah itu delegasi-delegasi mancanegra akan ke sini (untuk berwisata)," kata dia.

Dengan demikian di Bandara Banyuwangi maupun di Pelabuhan Ketapang sudah dibangun posko pengamanan untuk antisipasi evakuasi bila terjadi bencana di Bali. Sebanyak 400 unit bus dan 2 unit pesawat CN 295 milik TNI AU juga disiagakan sebagai antisipasi evakuasi.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan yang turut memeriksa kesiapan Pelabuhan Ketapang mengatakan bahwa pasukan, alutsista, dan posko pengamanan sudah dalam kondisi siap. Pihaknya juga telah memeriksa KRI Nala, salah satu dari 10 KRI yang digunakan dalam pengamanan perairan sekitar Bali.

"ASDP juga sudah melakukan pemeriksaan untuk keluar masuk orang maupun barang sesuai dengan prosedur pemeriksaan," katanya.

(ES) Laporan: Ahmad Suudi
  1. IMF World Bank
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA