1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Hadapi percepatan teknologi, Pemkab Banyuwangi ajak sekolah SMK saling sinergi

"SMK perlu kolaborasi, Pemda bisa menjembatani dengan dunia usaha. Karena daerah punya kepentingan, melahirkan siswa terampil," kata Anas.

Penutupan LKS di Banyuwangi. ©2017 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Sabtu, 28 Oktober 2017 10:37

Merdeka.com, Banyuwangi - Lomba Kompetensi Siswa (LKS) ke 26 tahun 2017 untuk SMK se-Jawa Timur yang berlangsung di Gor Tawangalun, Kabupaten Banyuwangi telah usai dan resmi ditutup, Jumat (27/10). Sekolah SMK yang berhasil menjadi pemenang dari 51 bidang keahlian akan melaju dalam kompetisi tingkat nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan, percepatan teknologi yang telah banyak mengubah gaya hidup masyarakat harus diimbangi dengan cepat. Dari situ, Pemkab Banyuwangi ingin lebih memperkuat sinergisitas dengan SMK.

"SMK perlu kolaborasi, Pemda bisa menjembatani dengan dunia usaha. Karena daerah punya kepentingan, melahirkan siswa terampil," kata Anas kepada 1.142 siswa dan perwakilan guru SMK dari 38 kabupaten se-Jawa Timur.

Anas melanjutkan, di Banyuwangi ada 400 pelatihan tiap tahunnya yang mendukung para siswa agar bisa mengikuti tren kemajuan teknologi. Beberapa diantaranya seperti pelatihan internet marketing, kerajinan, seni budaya dan sesuai kebutuhan kompetensi.

"Ke depan, kami akan anggarkan APBD untuk riset di Bidang seni, budaya, sektor lain agar bisa menghadapi tantangan di luar sekolah. Kami libatkan dinas, kepala sekolah, untuk model-model pelatihan," terangnya.

Kompetisi LKS SMK se-Jawa Timur, diraih oleh beberapa perwakilan antara lain Kabupaten Pacitan, Malang, Jember, Banyuwangi sendiri.

Untuk kompetisi yang didukung Alfamart Class, juara pertama diraih oleh SMK PGRI 3 Malang. Kemudian untuk Enterpreneur Award, bidang maritim kelautan, diraih oleh SMKN Darul Ulum, Kecamatan Muncar. Sedangkan dua bidang keahlian teknologi dan pertanian diraih SMKN 5 Jember.

Yustika (17) siswa SMKN 5 Jember yang hadir mewakili menerima hadiah mengatakan, kategori bidang teknologi yang menjadi juara yakni inovasi penyiraman tanaman jarak jauh dengan sistem teknologi berbasis aplikasi handphone.

"Penyiraman jarak jauh, monitor lewat handphone. Ini idenya dari siswa. Kemudian inovasi pertanian, kami menampilkan green house dengan penyiraman menggunakan cara tetes," kata Yustika.

(MT/MUA)
  1. Info Banyuwangi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA