1. BANYUWANGI
  2. INFO BANYUWANGI

Oktober nanti orang gangguan jiwa di Banyuwangi tak boleh dipasung

"Masih terpasung ada sekitar 500-an, dan tahun ini target bebas pasung di Jawa Timur akan kami selesaikan," ujar Kohar.

Orang gangguan jiwa tak boleh dipasung. ©2017 Merdeka.com Reporter : Mohammad Ulil Albab | Sabtu, 08 April 2017 10:15

Merdeka.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menargetkan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) akan bebas pasung pada Bulan Oktober 2017. Salah satunya melalui program penanganan pasung berbasis masyarakat.

Sementara para ODGJ di Banyuwangi yang sudah bebas pasung dan siap kembali ke masyarakat, bisa mendapatkan ruang kreatif melalui Poli Kesat (Kembali Sehat).

"Sekitar 50-an lagi orang dipasung di Banyuwangi sebentar lagi akan diselesaikan, karena sudah didukung dengan Poli Kesat dan puskesmas unggulan khusus jiwa di Licin. Sehingga penanganan pasung berbasis masyarakat ini bisa dilakukan," ujar Kohar Hari Santoso, Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur saat mengunjungi acara launching Poli Kesat di Puskesmas Gitik, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, kemarin.

Kohar menambahkan, di Jawa Timur pada lima tahun terakhir ini sudah membebaskan 2000 ODGJ yang dipasung. Sedangkan saat ini masih ada 500 orang ODGJ.

"Masih terpasung ada sekitar 500-an, dan tahun ini target bebas pasung di Jawa Timur akan kami selesaikan," ujarnya.

Agar ODGJ bisa kembali ke keluarga dan diterima di lingkungan masyarakat, pihaknya menggunakan metode penanganan pasung berbasis masyarakat.

"Masyarakat, keluarga dilibatkan, supaya mereka tidak kembali dipasung. Karena kadang-kadang ada masyarakat yang setelah kembali dengan keluarganya, mereka masih khawatir dan melakukan repasung. Ini yang mengacaukan nanti," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Widji Lestariono mengatakan saat ini di Banyuwangi masih ada 54 ODGJ yang masih dipasung. Setelah ODGJ ini mulai sembuh, mereka bisa ditampung di Poli Kesat.

"Ini upaya pemberdayaan, terapi, dan dalam kondisi baik, ODGJ ini diberikan kerja. Kerajinan tangan," ujar Widji.

Poli Kesat juga akan menampung ODGJ yang tidak punya keluarga. Bila masih ada keluarga, akan diminta agar mau mengasuh untuk belajar hingga dapat pekerjaan dari Poli Kesat.

"Kami juga bekerjasama dengan Dinas UMKM, untuk menggandeng usaha asuh. minimal satu saja mereka bisa dititipin satu-satu di lokasi kerja seperti selepan, di sini kan banyak," ujarnya.

(MT/MUA)
  1. Info Banyuwangi
  2. Info Kota
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA